Rilis Beri Aku Waktu Romantisme 3 Composers Di Akhir Tahun

0

Afe Records –Setelah mengeluarkan lagu Matahari di Matahati yang memadukan pop urban, rap, R ’n B dan easy pop 3 Composer kali ini menghadirkan single lagu terbarunya yang berjudul “BERI AKU WAKTU” karya salah satu personil 3 Composers yaitu MARIO KACANG.

Lagu ini terpilih secara bulat oleh semua personil 3 Composers, yang mana mereka telah menyelesaikan semua lagu-lagu yang dikumpulkan dan di produksi oleh AFE RECORDS, dan untuk penggarapan musiknya sepenuhnya diserahkan kepada TENGKU SHAFICK, “emang sudah ada pembagiannya, penggarapan musik selalu aku, untuk saat diatas panggung yang ngatur kak io sedangkan klo ide lagu bertiga biasanya kak bemby” Ujar shafick.

Bulan Oktober ini sudah mendekati musim hujan fill-nya emang cocok untuk merilis lagu – lagu ballad ataupun lagu – lagu galau, walaupun ada kesan lagu ini lagu galau, tapi lagu ini bukan lagu galau, “ini tentang Cinta lama Bersemi kembali, tapi salah satu pasangannya masih ragu-ragu terhadap perasaan sesungguhnya pasangannya, cinta dia atau tidak, dia ingin waktu untuk mengatur perasaannya dan mengenal lebih baik pasangannya, karena kalo memang cinta pasti tidak akan kemana” cerita Mario tentang lagunya.

BACA JUGA :  Melepas Semua Imajinasi Tentangnya Lewat Single Terbaru Daniakil Berjudul LEPAS

Mengambil nuansa pop 90-an dan memadukannya dengan simple pop yang kekinian membuat lagu ini mydah dapat dinikmati oleh setiap kalangan, kalo soal harmonisasi vokal jangan ditanya ketiga memiliki keistimewaan itu, warna lagu ini menguatkan vokal ketiganya yang menciptakan nuansa romantic disetiap lirik yang terucap “ini adalah lagu 3 Composer favorit saya untuk tahun ini, dari lirik dan musik bener-bener padu, saya sangat menyukainya” kata bemby menceritakan tentang lagunya.

“diakhir tahun ini kami bertiga ingin membawakan lagu Romantis tentang sebuah perasaan ragu akan cinta yang pernah dirasakan oleh kita semua semoga dapat diterima oleh penikmat musik Indonesia” ujar Bemby Noor, yang di amini oleh Tengku Shafick dan Mario Kacang.