Situbondo, bhasafm.co.id- Hasil panen padi semi organik di Situbondo yang menggunakan kombinasi pupuk kimia dan eco enzim terbukti meningkatkan produktivitas. Dalam satu hektar lahan, petani mampu memproduksi padi sebanyak 8 ton.
Koordinator PPL Kecamatan Panji, Fathor Rahman, menyebut metode ini tidak hanya meningkatkan hasil tetapi juga mengurangi biaya produksi. Campuran urea, NPK, dan fermentasi limbah buah serta sayur menjadi kunci keberhasilan ini.
Metode semi organik ini terbukti mampu menekan biaya produksi hingga 50 persen dan memperkecil serangan hama. Penggunaan eco enzim selama tiga bulan membuat tanaman lebih kuat dan menjauhkan hama tikus.
Fathor menjelaskan bahwa penggunaan pupuk kimia terus-menerus selama ini telah merusak unsur hara tanah. Eco enzim hadir untuk meningkatkan kadar PH dan memperbaiki struktur tanah agar tanaman tumbuh optimal.
Ketua Forum Kader Bela Negara Situbondo, Bambang Wahyudi, terus mendorong petani menerapkan metode ini demi ketahanan pangan. Pihaknya memberikan dukungan berupa bibit dan biaya perawatan dengan sistem bagi hasil.
Harapannya, metode ini dapat memulihkan kesuburan lahan yang rusak akibat bahan kimia di Situbondo. Selain hasil maksimal, padi yang dihasilkan jauh lebih sehat untuk dikonsumsi masyarakat.









