Situbondo, bhasafm.co.id- Warga pesisir Desa Sletereng, Kecamatan Kapongan, Situbondo, digemparkan oleh temuan bangkai paus sperma raksasa yang terdampar di perairan sekitar desa mereka. Mamalia laut berukuran lebih dari 20 meter itu ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa dan membusuk, menimbulkan aroma menyengat yang tercium hingga ke permukiman warga.
Bangkai paus pertama kali dilihat oleh seorang nelayan pada Jumat pagi, 25 Juli 2025, saat mengambang sekitar 6 kilometer dari garis pantai. Seiring waktu, arus laut membawa tubuh paus itu semakin mendekat ke daratan, hingga akhirnya menepi sekitar 200 meter dari pantai.
Setelah tiga hari tanpa penanganan karena keterbatasan alat, Pemerintah Kabupaten Situbondo bersama petugas gabungan dari instansi terkait memulai proses penguburan pada Minggu, 27 Juli 2025. Penggalian dilakukan menggunakan alat berat milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), yang membuat lubang sedalam lima meter di tepi pantai sebagai tempat penguburan paus.
Proses evakuasi ini bukan tanpa kendala. Tanah pasir yang mudah runtuh serta masuknya air laut ke dalam galian memperlambat pekerjaan yang berlangsung hampir lima jam tersebut. Namun akhirnya, bangkai paus berhasil dikubur dengan aman demi mencegah risiko kesehatan dan gangguan lingkungan lebih lanjut.
Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, turut hadir memantau proses penguburan. Ia menyatakan bahwa penguburan adalah langkah paling cepat dan tepat mengingat kondisi paus yang sudah membusuk parah. Sebelum dikubur, warga dan petugas juga menggelar doa bersama serta menaburkan bunga di lokasi sebagai bentuk penghormatan terhadap makhluk laut tersebut.
Ratusan warga setempat terlihat memadati lokasi sejak pagi untuk menyaksikan peristiwa langka ini. Selain penasaran, banyak dari mereka juga merasa prihatin dan berharap kejadian serupa tidak mengganggu ekosistem laut yang menjadi sumber penghidupan mereka.









