Pekerja Migran Terus Berdatangan, Tempat Isoter Over Kapasitas

0
61
Sterilisasi- Satgas melakukan penyemprotan disinfektan barang bawaan pekerja migran yang baru datang bekerja di Malaysia di ruang karantina Isoter: Ftoto Zaini Zen

Situbondo-Warga Situbondo yang menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri terus berdatangan. Satgas Covid-19 telah menyiapkan ruang isolasi terpadu (Isoter) bagi para pekerja yang baru datang dari luar negeri untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19.

Gelombang pemulangan pekerja migran ke Situbondo beberapa hari terakhir ini, menyebabkan tempat isoter over kapasitas. Saat ini sudah ada 15 pekerja migran sedang menjalani karantina.

Salah seorang pekerja migran meminta agar Satgas menyiapkan tempat lain bagi pekerja migran yang baru datang. Mereka mengaku khawatir berkumpul di ruangan yang sudah over kapasitas.

“Kami sudah beberapa hari ini di karantina di tempat ini. Dan tadi ada yang baru datang katanya dari Malaysia. Kalau ngumpul dengan yang baru datang kami merasa was-was,” terangnya, meminta namanya dirahasiakan.

Sementara itu, Kepala Bidang penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Pemkab Situbondo, Muhammad Zaini, mengatakan, ada tambahan lima pekerja baru datang dan langsung dilakukan sterilisasi di ruang isoter.

BACA JUGA :  Penilaian Kinerja Anggota Polisi Sudah Gunakan Aplikasi

Menuru Zaini, sesuai ketentuan para tenaga migran yang baru datang dari luar negeri harus dilakukan karantina terlebih dahulu untuk mengantisipasi penularan Covid-19 varian baru. Para pekerja migran memang sudah melalui berbagai tahapan sebelum dipulangkan, termasuk menjalani karantina terlebih dahulu di Surabaya.

“Tetap harus dikarantina karena khawatir terjadi penyebaran Covid-19. Dulu ada beberapa pekerja migran terdeteksi positif di Situbondo, padahal sudah dikarantina dan di Swab di Surabaya,” ujarnya.

Zaini menambahkan, jumlah total pekerja migran yang pulang ke Situbondo sebanyak 170 orang lebih. Sebagian dari mereka dideportasi dari Negara tempat bekerja, ada juga pulang sendiri karena di luar negeri sudah tidak bekerja lagi.

“Umumnya pekerja migran di Situbondo bekerja di Malaysia. Ada juga di Singapura, Hongkong, Taiwan dan Korea Selatan. Kami masih menunggu kabar pemulangan berikutnya dari pemprov Jatim,” terangnya.

 

Reporter: Zaini Zain