Pembangunan Mushalla DPRD Situbondo Habiskan Anggaran Ratusan Juta

0
105
bhasafm
Pembangunan mushallah di Kantor DPRD Situbondo menghabiskan anggaran Rp. 245 juta (Foto: Zaini Zain)

Situbondo- Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Situbondo memiliki mushalla baru. Tak tanggung-tanggung, anggaran pembangunan mushalla di kantor wakil rakyat itu  menghabiskan anggaran hingga mencapai ratusan juta rupiah.

Anggaran pembangunan mushalla di Kantor DPRD yang menghabiskan anggaran Rp. 245 juta lebih itu  menuai sorotan sejumlah kalangan termasuk para netizen. Selain anggarannya dinilai terlalu besar, pengerjaan proyeknya juga sempat molor melebihi batas waktu kontrak. Sebagian kalangan menilai, anggaran pembangunan mushalla itu dinilai terlalu besar untuk pembangunan mushalla.

Sesuai data LPSE,  proyek mushalla DPRD itu dikerjakan pemenang tender CV Bunda. Anehnya, anggaran 245 juta untuk pembangunan mushalla itu ternyata belum mencakup keseluruhan sarana dan prasarana. Kabarnya, untuk  sarana tempat wudhu’ wanita di sebelah selatan mushalla dibangun dari hasil sumbangan anggota dewan.

Sekretaris DPRD Situbondo, Sugeng Yuwono mengatakan, bahwa pembangunan mushalla sudah selesai dan sempat molor beberapa hari, namun sudah diberlakukan denda terhadap pelaksana proyek. Sugeng juga mengakui saluran air tempat wudhu’ di sebelah selatan masih belum hidup, karena itu merupakan bangunan tambahan.

BACA JUGA :  Hanya 306 Orang Melunasi Ongkos Naik Haji

“Anggarannya 200 juta berapa ya enggak hafal saya. Pembangunan sudah selesai mau ditempati masih nunggu dibersihkan dan menunggu boyongan kantor,” ujarnya, dihubungi melalui selulernya, Senin, 17 Januari 2022.

Senada diungkapkan Ketua Komisi III DPRD Situbondo, Bashori Shanhaji. Politisi PKB itu mengatakan bahwa pembangunan mushalla itu sudah selesai 100 persen. Bashori mengaku masih belum tahu kenapa mushalla yang baru dibangun masih belum bisa ditempati.

“Kelihatannya sudah selesai 100 persen. Kita belum dapat info kenapa mushalla belum bisa dipakai. Kita sudah lihat-lihat, cuma kenapa belum digunakan  tanya ke pak sekwan (Sekretaris Dewan) karena kita masih belum manggil,” ujarnya.

 

Reporter: Zaini Zain