Pembudidaya Udang Dilatih Manajemen Ekspor dan Industri Ramah Lingkungan

0
52
Puluhan pembudidaya tambak udang mengikuti pelatihan di Aula UPT Perikanan Budidaya Dusun Pathek Desa Gelung Kecamatan Panarukan (1)

Situbondo- Sebanyak 20 pembudidaya uang dilatih peningkatan kapasitas manajemen ekspor. Kegiatan ini merupakan program kerjasama Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank sebagai Special Mission Vehicle Kementerian Keuangan RI dengan Pemkab Situbondo.

Pelatihan berlangsung di Aula UPT Perikanan Budidaya, Dusun Pathek, Desa Gelung, Kecamatan Panarukan, melibatkan pembudidaya udang dari enam desa, sekaligus sebagai tindaklanjut dari peresmian Desa Devisa Kluster Udang pada tanggal 15 Juli 2022 lalu.

bhasafm
Pengajian Umum 1 Muharram 1444 H

Pelatihan ini untuk meningkatkan kapasitas budidaya tambak udang di Situbondo agar memiliki daya saing sebagai salah satu komoditas ekspor unggulan, utamanya  udang Windu dan Vaname.

Berdasarkan data IEB Institute, bahwa selama Januari hingga Mei 2022 , ekspor udang dan olahannya mengalami peningkatan hingga 17,56% atau mencapai USD 1,27 miliar. Sedangkan tujuan ekspor yaitu Amerika Serikat,  Tiongkok, Jepang, Vietnam dan Thailand. Total kontribusi ekspor perikanan Indonesia mencapai sebesar 55,41%.

Direktur Eksekutif LPEI, Riyani Tirtoso mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan wujud pendampingan LPEI dari aspek kelembagaan. Tujuannya meningkatkan kompetensi manajemen Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) serta petambak.

“Tujuan dari pelatihan ini yaitu  menyempurnakan standar prosedur dan kualitas udang, serta meningkatkan kemampuan petambak untuk mengelola limbah dengan baik,” ujar Riyani.

BACA JUGA :  Bupati Situbondo Pimpin Rakor Persiapan Pengiriman Logistik Pilkades

Pernyataan senada diungkapkan Plt. Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Situbondo, Kholil. Menurutnya, program sinergi antara LPEI dengan Pemkab Situbondo harus terus terjalin untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui budidaya perikanan.

Kholil menembahkan, pelatihan dan pendampingan terhadap pembudidaya udang, sebagai bentuk ikhtiar pemerintah mendorong peningkatan petambak agar berdaya saing dipasar domistik dan mancanegara.

“Kami mengapresiasi atas terwujudnya kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Situbondo dan LPEI melalui program Desa Devisa Klaster Udang Situbondo. Pelatihan ini juga dapat menjadi role model bagi daerah lain di Kabupaten Situbondo dalam hal peningkatan kapasitas usaha baik untuk sektor UKM maupun desa,” katanya.

Sementara itu, Pelatihan ini dilaksanakan secara hybrid dan juga dihadiri Plt. Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Situbondo, perwakilan Kantor Wilayah III Surabaya LPEI dan Perwakilan PT Panca Mitra Multi Perdana, sebagai mitra bisnis para petambak udang.

Sedangkan untuk narasumbernya menghadirkan Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Situbondo, terkait  manajemen usaha tambak, penyakit udang dan cara pencegahannya, mengingat budidaya udang ramah lingkungan sejalan dengan upaya LPEI yaitu mewujudkan usaha yang bersifat environmental, social and governance.

Zaini Zain,