1.250 Anak SD Situbondo Berkebutuhan Khusus Dapat Pelayanan Sosial Petirahan Anak di Malang

0
BhasaFM
Kantor dinas sosial (foto: Zaini Zain)

Situbondo- Bidang rehabilitasi Dinas Sosial Pemkab Situbondo, secara rutin mengirim anak-anak Sekolah Dasar (SD) berkebutuhan khsusus ke PSPA UPT UPT Bima Sakti, Malang. Sejak 2010 sudah ada 1.250 anak mengikuti Pelayanan Sosial Petirahan Anak di Malang.

Anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah SD tersebut memerlukan pendidikan khusus, karena memiliki berbagai latar belakang permasalahan sosial. Umumnya, anak-anak itu biasanya nakal di sekolah, terlalu aktif maupun pemalu. Ada juga anak memiliki IQ rendah hingga harus mendapatkan pendidikan khusus selama 25 hari.

Menurut Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Pemkab Situbondo, Mukhammad Syawal, ada perubahan luar biasa setelah anak-anak itu mengikuti Pelayanan Sosial Petirahan Anak di Malang. Anak-anak yang sebelumnya nakal berubah total menjadi paling rajin di sekolah. Tak hanya di sekolah, perilaku kesehariannya di rumah juga ikut berubah.

“Di PSPA UTP Bima Sakti disiapkan berbagai fasilitas pendukung sesuai kebutuhan anak” kata Syawal. Setelah mengikuti pendidikan khusus di Malang, masih dilakukan pemantauan selama tiga bulan. Berdasarkan monitoring di lapangan, ada tiga orang anak peserta PSPA 2017 memiliki kemampuan IQ rendah. Namun setelah mengikuti pendidikan khusus berubah meningkat 45 persen kecerdasannya.

BACA JUGA :  Peringati HUT Bhayangkara, Polres Situbondo Bakti Religi di Tempat Ibadah

Syawal mengaku, ada beberapa faktor menyebabkan anak-anak tersebut memiliki kelainan, mulai masalah keluarga, ekonomi mapun bawaan genetic sejak lahir. Syarat siswa SD mengikuti PSPA Bima Sakti Malang, yaitu harus mendapatkan persetujuan keluarga dan guru, serta duduk di bangku kelas IV, V dan VI. Mereka mengikuti PSPA selama 25 hari didampingi tiga orang guru dari Situbondo.

“pengiriman anak-anak SD berkebutuhan khsusus ke Malang sudah dilakukan sejak 2010 silam. Setiap tahunnya, Kabupaten Situbondo mengirimkan 150 anak dibagi tiga angkatan, yaitu bulan April, Agutus dan November, masing-masing 50 orang anak” tambah Syawal.