8 Dokter Spesialis RSUD Besuki 7 Bulan Tak Digaji

0
BhasaFM
ilustrasi

Situbondo- Para dokter spesialis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Besuki, ngeluruk Kantor Dinas Kesehatan Situbondo, Rabu (8/8) pagi kemarin. Pasalnya, sudah tujuh bulan ini para dokter spesialis tersebut belum digaji.

Kedatangan para  dokter spesialis itu ditemui langsung Kepala Dinas Kesehatan Abu Bakar Abdi. Ada delapan orang dokter spesialis mengaku tidak digaji selama tujuh bulan. Para dokter itu terkejut setelah mengetahui gaji mereka sudah ditransfer Dinas Kesehatan secara rutin.

Sejauh ini, konon pihak RSUD Besuki selalu berdalih gaji dokter spesialis itu belum di transfer. Para dokter spesialis ini belum digaji sejak Pebruari hingga Juli lalu. Sebelumnya, para dokter spesialis mengaku sudah mengkonfirmasi ke Bendahara RSUD Besuki, namun gaji mereka belum juga dicairkan dengan alasan yang terkesan berbelit-belit.

Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Situbondo, Abu Bakar Abdi, mengaku kecewa dengan manajemen RSUD Besuki. Belum dibayarkannya gaji para dokter spesialis, bisa mencoreng nama baik Kabupaten Situbondo.

Menurut Abu Bakar Abdi, tahun ini RSUD Besuki memang masih berada di bawah Dinas Kesehatan. Abu Bakar Abdi mengaku tak terima, jika pihak RSUD Besuki berdalih tidak dibayarnya gaji dokter spesialis itu karena dipersulit Dinas Kesehatan.

Abu Bakar Abdi, menegaskan, Dinkes tak pernah mempersuit pembayaran gaji, karena hal itu merupakan hak-hak para dokter yang harus dipenuhi.

Lebih jauh Abu Bakar Abdi mengatakan, dirinya sudah jenuh melihat manajemen RSUD Besuki. Kedepan kata Abu Bakar, pihak RSUD Besuki harus berbenah. Memberikan pelayanan yang baik kepada pasien serta memberikan hak-hak jasa medis para dokter.

Abu Bakar mengingatkan, jangan sampai ada gejolak akibat tidak diberikannya gaji para dokter. Selain akan mencoreng nama baik Pemkab Situbondo, juga akan mencoreng Kementerian Kesehatan.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah  Direktur RSUD Besuki, dr. Budiono, mengatakan, para dokter spesialis tersebut bukannya tidak digaji, melainkan ada keterlambatan karena menyesuaikan penghitungan. Sebab ada yang mulai Pebruari, ada pula yang dari bulan Maret.

Menurut Budiono,  setelah penghitungan penyesuaian rampung dilakukan, gaji para dokter langsung dicairkan Rabu (8/8) kemarin. Budiyono mengaku, bahwa yang tidak dibayarkan sebenarnya bukan gaji, melainkan dana ISDA atau Insentif Daerah.