Bappeda Pastikan Lakukan Pemutakhiran Data Warga Miskin AKP Setiap Tahun

0
Bappeda Situbondo

Situbondo- Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Pemkab Situbondo, akhirnya angkat bicara terkait polemik pendataan warga miskin melalui aplikasi data Angka Kemiskinan Partisipatif (AKP). Bapepda pastikan akan ada pemutakhiran data warga miskin setiap tahunnya.

Seperti diketahui. Data AKP yang dilakukan Bapedda dinilai amburadul, karena masih ditemukan ada Apartur Sipil Negara dan pedagang emas masuk data AKP. Sebaliknya, masih ada warga miskin yang hidupnya memperihatinkan malah tak masuk data AKP.

Menurut Kepala Bapedda Pemkab Situbondo, Haryadi Tejo Laksono, pendataan Angka Kemiskinan Partisipatif sudah dilakukan secara berjenjang, mulai dari RT hingga Desa. “Sebelum diinput ke aplikasi AKP, data AKP di setiap desa sudah diputuskan melalui berita acara Kepala Desa, yang sekaligus menjadi Ketua Tim Penanggulangan Kemiskinan Desa (TPKDes)” lanjut Haryadi. Data yang terhimpun di Desa kemudian diserahkan ke Kecamatan kemudian ke Kabupaten.

Menurutnya, petugas pendata AKP melibatkan perangkat desa. Mereka sudah dilatih cara mendata maupun cara menginput data ke apilikasi. Jika ditemukan ada kekeliruan data Hariyadi memastikan akan dilakukan perbaikan.

Haryadi menambahkan, pihaknya sebenarnya sudah menyiapkan mekanisme masa sanggah, untuk mengantisipasi adanya kesalahaan pendataan. “Data kemiskinan di setiap desa sudah diumumkan di Kantor Desa” tambah Haryadi. Hanya saja sejauh ini masa sanggah tersebut tidak dimanfaatkan menvalidasi data.

Haryadi menjelaskan, setiap tahun data AKP selalu dilakukan pemutakhiran, mengingat data kemiskinan sangatlah dinamis. Saat dilakukan pemutakhiran tersebut,  warga yang tak layak masuk AKP akan dikeluarkan, sementara warga yang belum masuk akan dimasukan data AKP.

Yang pasti lanjut Hariyadi, “sesuai arahan Bupati dan Wakil Bupati, melalui data AKP jangan sampai ada seorang pun warga miskin tak masuk AKP”. Oleh karena itu kata Haryadi, tahun ini pemutakhiran data akan dilakukan selama tiga bulan, mulai bulan Pebruari hingga Mei.

Lebih jauh Kepala Bappeda Situbondo, Haryadi Tejo Laksono, mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pemutakhiran data kemiskinan. Haryadi menghimbau petugas pendataan di lapangan, agar  jujur memasukan data warga miskin agar data AKP benar-benar mendiri dan berkualitas.

Haryadi mengaku, saat ini data warga miskin melalui aplikasi Angka Kemiskinan Partisipatif di Situbondo berjumlah 8 ribu 808 Kepala Keluarga atau 19 ribu 286 jiwa. Sedangkan jumlah warga miskin sebanyak 114 ribu 350 KK  atau 290 ribu 859 jiwa.