BPS Merilis Jumlah Warga Miskin di Situbondo Turun Jadi 11 Persen

0
BhasaFM
Wakil Bupati Yoyok Mulyadi (foto: Zaini Zain)

Situbondo- Kabupaten Situbondo mendapatkan kado manis menjelang tutup tahun. Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka kemiskinan di Situbondo turun dari 13, 05 persen menjadi 11,82 persen.

Turunnya angka kemiskinan ini sekaligus menaikan peringkat Kabupaten Situbondo ke urutan 24 dari sebelumnya di urutan 34 di Jawa Timur. Demikian di ungkapkan Wakil Bupati Yoyok Mulyadi, kemarin.

Menurut Yoyok Mulyadi, menurunnya angka kemiskinan ini tentu bukan karena keberhasilan kinerja Pemkab sendiri,  melainkan hasil kinerja yang terintegrasi semua pihak, baik Pemerintah pusat, Provinsi dan Pemkab Situbondo.

Yoyok Mulyadi menambahkan, paling menentukan pengentasan kemiskinan di Situbondo yaitu meningkatnya dua pelayanan dasar kepada masyarakat,  melalui sector Pendidikan dan Kesehatan.

Sebelumnya kata Yoyok Mulyadi, lama sekolah di Kabupaten Situbondo rata-rata 5, 4. Saat ini sudah bergerak membaik menjadi rata-rata 6 tahun.

BACA JUGA :  Musim Kemarau Rawan Kebakaran, BPBD Himbau Masyarakat Waspada

Yoyok menjelaskan, untuk bidang kesehatan banyak sekali inovasi pelayanan kepada masyarakat termasuk brending di setiap Puskesmas. Dari dua pelayanan dasar tersebut sangat mendongkrak turunnya angka kemiskinan.

Lebih jauh Yoyok Mulyadi mengatakan, dirinya sangat optimis hingga tahun 2021 masa berakhir kepempinannya, angka kemiskinan di Situbondo akan bergerak turun menjadi 9 persen, sesuai janjinya yang telah tertuang di dalam RPJMD.

Lebih jauh Wakil Bupati Yoyok Mulyadi menegaskan, saat ini hanya Kabupaten Situbondo di Indonesia memiliki data Angka Kemiskinan Partisipatif  (AKP) yang terkoneksi dengan data kemiskinan Pemerintah Pusat.

Oleh karena itu kata Yoyok Mulyadi, data kemiskinan di Situbondo selalu diperbaharui setiap enam bulan sekali, mengingat data kemiskinan selalu dinamis. Validitas data kemikiskinan ini dilakukan, untuk mengantisipasi masih adanya warga miskin belum masuk data AKP.