BSM Tak Dicairkan, Wali Murid Ngeluruk Kasek SDN 2 Plalangan

0
BhasaFM
Wali murid SDN 2 Plalangan negluruk Kepala Sekolah Protes dana BSM tak dicairkan (foto: Zaini Zain)

Situbondo- Puluhan wali murid ngeluruk Kepala SDN 2 Plalangan, Kecamatan Sumbermalang, Modahlan, sekitar pukul 9 pagi (14/1) kemarin. Pasalnya, para wali murid mengaku tak menerima Bantuan Siswa Miskin (BSM) selama 2018.

Bantuan yang bersumber dari program Kartu Indonesia Pintar (KIP), sebenarnya sudah masuk ke rekening masing-masing penerima, namun disinyalir dicairkan sepihak Kepala Sekolah dan tidak diberikan kepada siswanya.

Kasek Modahlan sempat menemui para wali murid di salah satu ruangan kelas. Suasana sempat memanas saat wali murid memaksa Kasek menjelaskan penarikan uang BSM sebesar 900 ribu bagi siswa miskin.

Emosi wali murid memuncak, setelah mendengar uang BSM itu ternyata memang sudah diambil. Wali murid merasa dibohongi karena sebelumnya mendengar BSM 2018 hangus. Konon, uang BSM itu bukan dipergunakan Kasek, melainkan dipergunakan membeli peralatan drum band dan mengecat sekolah.

Meski Kasek berjanji akan mengembalikan uang tersebut hari Kamis mendatang, namun tak membuat wali murid puas. Mereka menuntut uang BSM itu dicairkan kemarin. Tidak sampai disitu, wali murid berusaha menghadang saat Kasek SDN 2 Plalangan itu hendak keluar ruangan.

Khawatir suasana semakin memanas, salah seorang wali murid menghubungi Polsek Sumbermalang.  Polisi yang datang ke lokasi langsung mengamankan kasek ke ruangannya. Namun karena wali murid tetap bertahan menuntut pencairan dana BSM, Polisi terpaksa membawa Kasek ke Mapolsek Sumbermalang.

Menurut Ketua LSM Reformasi, Suyono, yang ikut langsung mendampingi wali murid SDN 2 Plalangan, semula para wali murid tidak tahu jika  bantuan BSM 2018 itu sudah cair.

Suyono, sejumlah wali murid menunjukan buku tabungan BSM, karena mendengar BSM 2018 sudah hangus. Setelah dichek ternyata ada dua kali penarikan masing-masing 450 ribu rupiah. Total uang BSM di SDN 2 Plalangan sekitar 90 juta.

Ironisnya kata Suyono, uang BSM itu ternyata ditarik dari Bank tanpa sepengetahun wali murid. Suyono mengajak wali murid penerima BSM menemui Kasek untuk klarifikasi. Namun di luar dugaan, para wali murid yang terlanjur emosi, menuntut Kasek segera mencairkan dana BSM hari itu juga.

Suyono mengatakan, para wali murid menunggu janji Kasek mengembalikan dana BSM tersebut. Jika uang tersebut tak dikembalikan, Suyono mengaku akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran.