Buang-Buang Anggaran, Pembangunan Stadion Sepak Bola di Situbondo Ternyata Gagal

0

Situbondo– Rencana pembangunan stadion sepak bola bertaraf internasional di Situbondo dipastikan akan gagal. Pemkab dinilai hanya buang-buang anggaran, karena sudah terlanjur membeli sebagian lahan di Desa Sliwung, Kecamatan Panji.

Pemkab telah menganggarkan 1, 2 Miliar di APBD 2018 untuk pembelian tanah stadion baru. Dari anggaran dana tersebut, sudah terserap 489 juta untuk pembelian  1, 5 hektar tanah.

Ketua Komisi IV DPRD Situbondo,  Janur Sasra Ananda, mengatakan, gagalnya pembangunan stadion bertaraf internasional itu membuat Pemkab Situbondo rugi. Sebab Pemkab sudah terlanjur mengeluarkan anggaran mulai perencanaan serta pembelian sebagian lahan.

Janur mengaku, pihaknya sudah menyetujui anggaran pembebasan lahan stadion sebesar 1,2 Miliar. Namun Pemkab baru berhasil membeli 1, 5  hektar tanah seharga 489 juta. Dengan demikian, ada anggaran tak terserap sebesar 767 juta.

BACA JUGA :  288 Calon Panwaslu Kecamatan Mengikuti Tes Tulis Online

Menurut Janur, salah satu penyebab gagalnya pembangunan stadion baru di Situbondo,  karena satu dari tiga orang pemilik lahan menolak menjual. Konon pemilik lahan menolak kesepakatan harga yang telah disepakati sejak awal.

Janur menyayangkan gagalnya pembangunan stadion tersebut, karena  masyarakat Situbondo sangat menginginkan adanya stadion yang memadahi.  Oleh karena itu, Janur meminta Pemkab membuat perencanaan dengan matang agar kejadian serupa tak terulang lagi.

Lebih jauh Janur mengatakan, saat ini Pemkab mengalihkan usulan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar 15 Miliar, untuk pembangunan Gedung Gelanggang Olahraga (GOR). Tempat olahraga ini akan dibangun di Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan pada tahun 2020 mendatang.

Saat ini Kabupaten Situbondo membutuhkan GOR yang memadahi, mengingat beberapa tahun ini akan menjadi tuan rumah beberapa kejuaraan. Dalam waktu dekat ini Situbondo jadi tuan rumah Pra PON 2019 dan tuan rumah Porprov tahun 2021 mendatang.