Dampak Wabah Virus Corona PAD Diperkirakan Turun Sekitar 12 Miliar

0
Bhasafm
Pemkab Situbondo prediksi PAD berkurang hingga Rp.12 Miliar (foto: Zaini Zain)

Situbondo- Pemkab Situbondo membebaskan penarikan retrebusi pedagang pasar dan Pedagang Kaki Lima (PKL), hingga tiga bulan kedepan. Pemkab memperkirakan, penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) akan turun sekitar 70 persen.

Sesuai hasil penghitungan sementara, ada penerimaan PAD sekitar 12 Miliar akan hilang akibat wabah virus Corona. Tidak hanya itu, wabah virus Corona juga menyebabkan omset pedagang menurun drastis.

Selain berdampak terhadap perekonomian di tengah masyarakat, wabah virus Corona juga melumpuhkan sektor pariwisata, restoran dan perhotelan.

Menurut  Sekretaris Daerah Situbondo, Syaifullah, dampak virus Corona menyebabkan potensi PAD menurun, mengingat salah satu sumber PAD di Situbondo berasal dari retrebusi.

BACA JUGA :  Masuk Zona Merah, Situbondo Berisiko Tinggi Penyebaran Virus Corona di Jawa Timur

Syaifullah menambahkan, sektor pajak dan retrebusi menjadi salah satu penyumbang terbesar PAD. Akibat wabah virus Corona diperkirakan potensi PAD akan turun sekitar 12 miliar.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Situbondo, Hariyadi Tedjo Laksono menerangkan, Pemkab telah mengambil kebijakan membebaskan retrebusi pedagang pasar dan PKL, karena pendampatan mereka berkurang sejak terjadi wabah Corona.

Hariyadi mengaku, kebijakan pembebasan retrebusi itu akan berlaku hingga tiga bulan kedepan.  Untuk pajak hotel dan restoran akan tetap ditarik, karena besarnya pajak yang harus dibayar disesuaikan dengan pendapatan yang diterima.