Delapan Calhaj Situbondo Gagal Berangkat ke Tanah Suci

0
BhasaFM
Ratusan Calhaj mengikuti manasik haji di Gelora Muhammad Saleh Situbondo (foto: Zaini Zain)

Situbondo- Para Jamaah Calon Haji  (Calhaj) asal Situbondo mengikuti manasik haji di stadion Gelora Muhammad Saleh, Rabu kemarin.  Para calon haji ini akan diberangkatkan ke tanah suci Makkah 19 Juli mendatang.

Berdasarkan Data Kementerian Agama Situbondo, ada delapan Calhaj gagal berangkat ke tanah suci Makkah karena mengundurkan diri, terdiri dari satu orang meninggal dunia serta tujuh orang mengundur diri karena sakit.

Menurut Kepala Kementerian Agama Kabupaten Situbondo, Misbakhul Munir, ada  656 Jamaah Calon Haji akan menunaikan ibadah ke tanah suci Makkah tahun ini. Para Calhaj ini akan terbagi menjadi dua kloter yaitu 42 dan 43.

Dari 656 Jamaah Calon Haji, usia termuda 18 tahun atas nama Fathur Rahman, warga Desa Kumbangsari, Kecamatan Jangkar. Sedangkan calon haji tertua berusia 89 tahun bernama Aptur, warga Desa Widoro Payung, Kecamatan Besuki.

BACA JUGA :  Berdialog Dengan Ratusan Siswa, Bupati Dadang Sampaikan Beasiswa Bagi Anak Kurang Mampu Tapi Berprestasi

Misbakhul Munir membenarkan satu orang calon jamaah haji gagal berangkat karena meninggal dunia. Bahkan yang bersangkutan sudah sempat mengikuti pembekalan dan manasik haji di tingkat Kecamatan. Sedangkan tujuh calhaj lainnya rata-rata pasangan suami istri. Salah satu dari mereka sedang sakit, sehingga mengundurkan diri karena ingin berangkat bersama-sama ke tanah suci.

Misbakhul Munir mengaku, pelaksanaan manasik haji kali ini untuk pemantapan, agar Calhaj dapat melaksanakan ibadah secara mandiri di tanah suci Mekkah. Ia menambahkan, setiap kloter akan didampingi oleh Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI) dan Tim Pemandu Ibadah Haji (TPIH) serta Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI).

Misbakhul Munir menambahkan, ada 300 orang jamaah calon haji asal Situbondo berisiko tinggi. Mereka akan mendapatkan pengawasan khusus petugas medis selama menunaikan ibadah haji.