Demo Desak Sekda Dicopot, PMII Situbondo Kecewa Tak Ditemui Bupati

0
BhasaFM
Demo PMII, desak Sekda Situbondo dicopot (foto: Zaini Zain)

Situbondo- Puluhan mahasiswa yang  tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), berunjuk rasa ke Kantor Pemkab Situbondo, Senin (4/2) kemarin. Para mahasiswa mendesak Bupati Dadang Wigiarto mencopot Sekretaris Daerah Syaifullah.

Para mahasiswa menilai, Sekda harus ikut bertanggung jawab atas dugaan korupsi Dana Bagi Hasi Cukai Tembakau (DBHCT) 2015. Pasalnya, terungkap fakta-fakta saat persidangan di pengadilan Tipikor Surabaya, disebut-sebut ada penyerahan uang 150 juta di ruangan Sekda.

Tak hanya itu, para mahasiswa juga meminta Bupati mencopot Aparatur Sipil Negara (ASN), yang diduga ikut terlibat dugaan korupsi DBHCT. Kabarnya, ada dua pejabat lain ikut menyaksikan saat mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kusnin, menyerahkan uang 150 juta kepada pria berinisial AG di ruangan Sekda.

Dalam kasus ini, sudah ada empat orang jadi terdakwa, yaitu Mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kusnin dan stafnya, serta dua orang rekanan. Sayangnya, aksi mahasiswa ini gagal menyampaikan aspirasinya langsung kepada Bupati Dadang Wigiarto. Bupati dan Wabup menghilang tidak ada saat ada aksi demonstrasi mahasiswa PMII.

BACA JUGA :  Sudah Sakit-Sakitan, Purnawirawan Polri Terharu Disambangi Kapolres Situbondo

Perwakilan mahasiswa PMII kecewa karena hanya ditemui Asiten Agus Fauzi. Warga pergerakan PMII itu mengaku akan kembali menggelar aksi unjuk rasa hingga Bupati mau mencopot Sekda. Usai berunjuk rasa di Kantor Pemkab, para mahasiwa melanjutkan aksinya ke Kantor Kejaksaan Negeri Situbondo.

Ketua PC PMII Situbondo, Muhammad Fadil, meminta Bupati Dadang Wigiarto mendukung Kejaksaan Negeri Situbondo mengusut tuntas dugaan korupsi DHBCT. Oleh karena itu, Bupati harus mencopot Sekda dan ASN lain yang diduga terlibat untuk memudahkan proses penyelidikan.

Kata Fadil “perintah pemeriksaan Sekda sudah disampaikan majelis hakim dalam persidangan di pengadilan Tipikor”. Fadil meminta Kejaksaan, agar serius mengusut tuntas dugaan korupsi DHBCT .

Sementara itu, Asisten Pemkab Situbondo Agus Fauzi mengatakan, Bupati dan Wakil Bupati tak bisa menemui para mahasiswa, karena secara bersamaan sedang ada tugas di luar kota. Agus Fauzi mengaku akan menyampaikan aspirasi mahasiswa tersebut kepada Bupati.