DPRD Kritik Persiapan Manajemen Pengelolaan Wisata di Tahun Kunjungan Wisata

0
BhasaFM
Anggota Komisi I DPRD Situbondo, Narwiyoto

Situbondo- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Situbondo, meminta Pemkab memperbaiki manajemen pengelolaan pariwisata di tahun kunjungan wisata ini.

Pasalnya, anggota dewan melihat terkesan belum ada perencanaan pengelolaan pariwisata dengan baik. Akibatnya, pengelolaan tempat pariwisata terkesan belum siap. Apa yang dipromosikan tak sesuai dengan apa yang disuguhkan kepada pengunjung.

Anggota Komisi I DPRD Situbondo, Narwiyoto, mengatakan, sejak awal DPRD mendukung pencanangan tahun kunjungan wisata 2019. Sayangnya, begitu tahun kunjungan wisata tiba Pemkab sendiri malah terkesan belum siap.

Menurut Narwiyoto, pembangunan sarana dan prasarana penunjang wisata belum direncanakan secara matang.  Hal itu akan berdampak terhadap pelayanan bagi wisatawan.

Narwiyoto mengaku mendapatkan informasi, di beberapa lokasi wisata pengelolaannya belum siap, salah satunya di Kampung Kerapu, Dusun Gundil, Desa Klatakan, Kecamatan Kendit.

BACA JUGA :  Pendaftarnya Lebih Dari Lima Orang, Cakades di 11 Desa Akan Ikut Seleksi

Menurutnya, banyak pengunjung mengaku kecewa, karena apa yang mereka lihat, tak sesuai dengan promosi saat peluncuran wisata kampung kerapu pertengahan Desember 2018 lalu. Banyak pengunjung wisata Kampung Kerapu kecewa, karena tak bisa melihat air mancur warna warni di sekitar dermaga yang menjadi daya tarik wisatawan tersebut.

Kabarnya kata Narwiyoto, tidak beroperasinya air mancur warna warni itu disebabkan karena tidak adanya anggaran. Biaya listriknya sangat mahal sedangkan anggaran belum tersedia. Mestinya menurut Narwiyoto,  hal semacam ini sudah masuk perencanaan sejak awal, saat mencanangkan Dusun Gundul jadi destinasi wisata kampung kerapu.

Selain itu, Narwiyoto juga mengkritisi karena Pemkab belum menyiapkan retribusi tiket masuk. Saat ini, Pemkab meminta bantuan desa setempat untuk menarik biaya retribusi masuk lokasi wisata.