Kebutuhan Daging Ayam Potong di Situbondo Mencapai 13 Ton Setiap Hari

0
BhasaFM
ternak ayam potong (foto: Zaini Zain)

Situbondo- Jumlah peternak ayam potong di Situbondo masih sangat kecil, tak sebanding dengan kebutuhan daging ayam di pasaran. Setiap harinya, konsumsi daging ayam potong di Situbondo mencapai 13 ribu 768 kilogram atau 13 ton 768 kilogram.

Tingginya permintaan pasar itu tak sebanding dengan jumlah peternak ayam potong di situbondo. Setiap harinya peternak Situbondo hanya mampu memproduksi 5 ribu 119 kilo gram atau 5 ton 119 kilogram. Saat ini kebutuhan daging ayam di Situbondo masih di topang pasokan dari  luar daerah.

Menurut Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Situbondo,  Muhammad Hasanudin Riwansia, kebutuhan ayam daging di Situbondo memang cukup besar. Bahkan untuk hari-hari besar, kebutuhan bisa meningkat empat hingga enam kali lipat dari kebutuhan reguler perhari.

Pria yang akrab di panggil Udin itu menambahkan, saat ini jumlah peternak ayam potong baru berjumlah 56 orang, terdiri dari 18 orang peternak mandiri dan 38 peternak ayam potong hasil kerjasama kemitraan dengan perusahaan. Selain itu, di Situbondo ada 122 pengusaha jagal ayam, yang selama menggantungkan pasokan ayam potong asal luar kota.

BACA JUGA :  Ingin Populerkan Lagu Khas Situbondo, DKS Gandeng Penggiat Media Sosial

Udin menambahkan, melihat kebutuhan daging ayam potong yang cukup tinggi, maka peluang berternak ayam potong di Situbondo sebenarnya sangat prospek. Banyak peternak memilih kerjasama kemitraan karena tak memiliki modal yang cukup untuk membeli pakan. Oleh karena itu, Udin mengaku akan segera mengumpulkan para peternak dalam waktu dekat ini untuk membahas berbagai permasalah yang dihadapi.

Menurut Udin, masalah mahalnya pakan ternak ayam potong harus dicarikan solusinya, termasuk kemungkinan membuat pakan sendiri tanpa harus bergantung pakan pabrikan.  Sejauh ini kata Udin, pihaknya baru bisa melakukan pendampingan di bidang kesehatan hewan. Para peternak selalu di ingatkan menjaga kebersihan kandang, serta berhati-hati di musim panca roba karena rentan penyebaran wabah penyakit.