Kiai Azaim Jadi Pemateri Manajemen Kepemimpinan Kepala Sekolah di Kantor Dinas Pendidikan

0
BhasaFM
KHR. Ahmad Azaim Ibrahhimy menjadi narasumber manajemen pengelolaan kepemimpinan kepala sekolah di Kantor Dinas Pendidikan Situbondo (foto: Zaini Zain)

Situbondo- KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy, menjadi narasumber sosialisasi pengelolaan manajemen kepemimpinan kepala sekolah di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Situbondo, Rabu kemarin.

Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah-Syafi’iyah Sukorejo itu dihadirkan menjadi pamateri di depan 57 Kepala Sekolah, karena dinilai sukses mengelola manajemen kaderisasi kepala sekolah di Ponpes Sukorejo.

Menurut Kepala Dispendikbud, Fathor Rakhman, pihaknya mengundang KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy sebagai best practice, yaitu sosok yang sukses menjalankan manajemen kepemimpinan kepala sekolah di lembaga Pondok Pesantren Sukorejo.

BhasaFM
KHR. Azaim jadi Best Practice Kepemimpinan (foto: Zaini Zain)

Fathor Rakhman mengaku sangat mengagumi pergantian kepala sekolah di Sukorejo, yang sudah ditentukan jangka waktunya. Selain itu, Pesantren sudah mempersiapkan calon penggantinya yang sudah dipersiapkan melalui kaderisasi yang matang.

Oleh karena itu kata Fathor Rakhman, pengelola pendidikan swasta di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Situbondo, perlu meniru manajemen yang diterapkan di pesantren Sukorejo. Ada ritme pergantian kepala sekolah melalui kaderisasi yang dipersiapkan dengan matang agar keberlangsungan pendidikan terus bergerak maju.

BACA JUGA :  Naik Sepeda Blusukan Bagikan Masker, Gubernur Jawa Timur Dorong UMKM Segera Bangkit

Menurutnya, di lembaga pendidikan swasta pergantian Kepala Sekolah menjadi kewenangan yayasan. Dinas Pendidikan tidak bisa terlalu jauh masuk dan hanya bisa memfasilitasi.

Sementara itu, KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy, mengatakan, bahwa setiap orang memiliki tugas dan fungsi masing-masing. Pemimpin dan bawahannya menjalankan tugas berbeda, namun harus tetap saling menguatkan.

Dalam materi makalah berjudul “Satu Tubuh, Kiai Azaim menjelaskan, setiap tubuh manusia memiliki kapasitas dan kemampuan berbeda, karena otot tangan berbeda dengan otot kaki. Oleh karena itu kata cucu Kiai As’ad Syamsul Arifin itu, bahwa setiap orang harus dibebani sesuai kemampuannya.