Komisi II DPRD Situbondo Ungkap Pedagang Pasar Tradisional Ternyata Masih Bayar Retrebusi

0
Bhasafm
Suasana pasar tradisional Mimbaan Panji (foto: Zaini Zain)

Situbondo- Kebijakan Pemkab Situbondo tak akan menarik biaya retrebusi bagi pedagang pasar tradisonal, ternyata hanya gimic pencitraan semata. Buktinya, hingga kini para pedagang di sejumlah pasar tradisional masih tetap ditarik retrebusi.

Sebelumnya, Bupati Situbondo telah menyampaikan, Pemkab membebaskan retrebusi bagi pedagang tradisonal selama tiga bulan kedepan akibat wabah virus Corona, karena pendapatan pedagang menurun drastis.

Faktanya, Komisi II DPRD Situbondo masih menemukan para pedagang mengaku masih harus bayar retrebusi 4000 setiap harinya. Padahal,  beberapa kebijakan pemerintah seperti social distancing, menyebabkan pendapatan menurun drastis hingga sekitar 50 persen.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Situbondo, Hadi Prianto, mengaku sangat menyayangkan masih terjadi penarikan retrebusi, padahal wabah virus Corona menyebabkan lesunya perekonomian di tengah masyarakat.

BACA JUGA :  Hormati Hari Santri, Anggota Polisi Pakai Sarung dan Peci

Menurut Hadi,  berdasarkan temuan Komisi II di lapangan, para pedagang mengaku masih tetap membayar retrebusi, termasuk pedagang lapak terbuka seperti pedagang sayur. Dibeberapa pasar tradisional, pengunjung pasar juga masih ditarik retrebusi parkir, ditengah sulitnya perekonomian akibat wabah virus Corona.

Ironisnya kata Hadi, kebijakan pemerintah sangat berbanding terbalik dengan fakta di lapangan. Saat pemerintah pusat merealokasikan pos-pos anggaran untuk meringankan beban ekonomi masyarakat di tengah badai Corona, para pedagang kecil di pasar tradisional Situbondo masih harus merogoh kocek bayar retrebusi 4000 rupiah perhari.