Kurang Sosialisasi Job Fair Marketing Sepi Pelamar

0
BhasaFM
job fair sepi pelamar (foto: Zaini Zain)

Situbondo- Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Situbondo kembali menggelar job fair marketing. Bursa kerja yang berlangsung dua hari di GOR Baluran itu malah sepi pelamar, karena dinilai kurang adanya sosialiasi.

Banyak pencari kerja mengaku tak tahu ada job fair. Akibatnya, sebanyak 46 perusahaan yang mengikuti job fair tutup lebih awal.  Stand tempat pendaftaran pelamar sudah di bongkar sekitar pukul 2 siang. Job fair berlangsung sejak Rabu hingga Kamis kemarin. Sebanyak 46 perusahaan menyediakan 1.500 lowongan pekerjaan.

Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Budi Priyono, dari 1. 500 lowongan pekerjaan yang tersedia, hanya ada 469 pelamar. Pelamar terbanyak berasal dari lulusan diploma yaitu 235 pelamar. Sedangkan lulusan SLTA sebanyak 161 pelamar dan Sarjana 73 pelamar.

Budi Priyono menjelaskan, jumlah pelamar yang masuk secara keseluruhan memang berjumlah 469, namun satu pelamar bisa memasukan tiga sampai lima berkas formasi lamaran ke perusahaan yang berbeda-beda.

Budi menduga sepinya pelamar kerja kemungkinan karena lowongan yang tersedia tidak sesuai keinginan pelamar. Menurutnya, banyak anak-anak muda datang ke stand bukan untuk melamar melainkan hanya datang melihat-lihat saja.

BACA JUGA :  Pemerintah Pusat Batalkan Proyek GOR Bernilai Miliaran Rupiah di Situbondo

Sementara itu, mantan anggota DPRD Situbondo, Muhammad Nizar,  ikut angkat bicara sepinya pelamar kerja di acara job fair marketing. Menurut Nizar, dirinya banyak menerima keluhan jika banyak pencari kerja tidak tahu Dinas Tenaga Kerja mengadakan job fair.

Nizar meminta Bupati segera mengevaluasi kegiatan  job fair tersebut. Sebab jika tujuannya untuk menyerap tenaga kerja dan mengurangi angka pengangguran, maka job fair kali ini gagal total. Bisa dibayangkan, dari 1. 500 lowongan hanya tersedia, namun hanya ada 469 pelamar. Mereka yang memasukan lamaran belum tentu semuanya diterima bekerja.

Selain itu, Muhammad Nizar menilai bahwa laporan angka pengangguran di Situbondo terus menurun, tak ubahnya hanya permainan angka-angka. Karena kenyatannya, angka pengangguran malah semakin meningkat. Banyak anak-anak muda kesulitan mencari pekerjaan dengan penghasilan yang layak di Situbondo.