Kyai Faqih Wafat, Semasa Hidupnya Kyai Faqih Istiqomah Berdakwah Melalui Masjid

0
BhasaFM
KH Abdullah Faqih Ghufron (foto: Zaini Zain)

Situbondo- Innalilllahi Wainna Ilaihi Roji’un. Warga Situbondo kembali berduka. Pengasuh Pondok Pesantren Tanjung Rejo, Kecamatan Mangaran, KH Abdullah Faqih Ghufron meninggal dunia, di Rumah Sakit Umum Abdoer Rahem Situbondo, malam kemarin.

Wafatnya Kyai Faqih ini mengejutkan banyak kalangan, karena tak ada yang mendengar Kyai Faqih sedang menderita sakit. Ribuan pelayat turut mengantarkan Kyai Faqih ke tempat peristirahatan terakhirnya, pagi kemarin. Para pelayat yang memadati rumah duka tak bisa menahan haru. Mereka terus menerus mengumandangkan kalimat tahlil dan takbir sambil meneteskan air mata.

Kyai Faqih merupakan sosok ulama cukup dekat dengan masyarakat. Selain pernah menjadi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Situbondo, Kyai Faqih juga menjadi Ketua Dewan Masjid (DMI) Situbondo. Beberapa tahun terakhir ini, Kyai Faqih aktif berdakwah melalui Masjid melalui kegiatan Muhibbah Ummah.

Menurut Sekretaris DMI Situbondo, Muhammad Hanif,  Kyai Abdullah Faqih Ghufron merupakan sosok Kyai panutan ummat. Selain istiqomah berdakwah, Kyai Faqih memiliki kepedulian sosial sangat tinggi.

BACA JUGA :  Perbaikan Jalan Pantura Situbondo Akan Rampung H-10 Lebaran

Hanif yang selalu mendampinginya berdakwah mengaku sangat kehilangan. Kyai Faqih sangat penyabar dan tangguh dalam berjuang. Melalui program Muhibbah Ummah, Kyai Faqih menemui kaum muslimin di berbagai pelosok pedesaan. Saat kesehatan sudah mulai menurun, Kyai Faqih masih mengikuti Muhibbah Ummat 30 Desember lalu. Kegiatan dakwah di akhir tahun tersebut, sekaligus menjadi kegiatan terakhirnya berdakwah melalui Masjid.

BhasaFM
Kyai Faqih bersama KHR Ahmad Azaim Ibrahimy dan Sekretaris DMI Hanif saat acara Muhibba Ummat (foto: Zaini Zain)

Hanif mengatakan, selama melaksanakan kegiatan Muhibbah Ummah, Kyai Faqif selalu bersama-sama dengan KHR Ahmad Azaim yang juga penasehat Dewan Masjid Indonesia. Keinginan menghidupkan Masjid terus digelorakan hingga ke daerah-daerah terpencil.

Kyai Faqih lanjut Hanif, masih memiliki cita-cita ingin membangun Masjid di tepi jalan. Masjid yang ingin dijadikannya icon wisata religi, rencananya akan dibangun di tepi jalan Patura di kawaasan hutan Baluran. Kyai Faqih sudah sempat menemui Perhutani untuk mewujudkan keinginannya tersebut.