Lia, ODHA Asal Situbondo Mengaku Ingin Dirikan Lembaga Khusus Penderita HIV

0
BhasaFM
Petugas Dinkes Situbondo, Heryawan, saat mengenalkan tiga ODHA asal Situbondo dan Bannyuwangi di alun-alun Situbondo (foto: Zaini Zain)

Situbondo- Lia adalah satu ODHA atau Orang Dengan HIV yang sudah berani open status. Lia bersama dua ODHA lainnya yaitu Siti dan Dina asal Banyuwangi, bersama-sama melakukan testimoni di alun-alun Situbondo, Sabtu malam kemarin.

Mereka ingin meyakinkan kepada masyarakat, bahwa penderita HIV bisa kembali normal dan tak perlu lagi dikucilkan. Mereka meyakinkan bahwa penularan  HIV  bukan karena berdekatan maupun bersalaman, melainkan hanya melalui hubungan tertentu seperti hubungan badan maupun jarum suntik bagi pengguna narkoba.

Dihadapan pengunjung alun-alun, Lia menceritakan awal mula dirinya tertular HIV dari sang suami sejak 2012 silam. Saat itu sang suami divonis mengidap HIV AIDS. Karena saat itu di Situbondo belum ada rumah sakit bagi pasien HIV AIDS, maka sang suami dirujuk ke rumah sakit di Malang dan setahun kemudian meninggal.

Lia juga dilakukan tes karena sang suami sudah divonis mengidap HIV AIDS. Hasilnya dinyatakan positif HIV. Sejak saat itu, Lia mengaku dikucilkan dari lingkungannya. Bahkan setiap dirinya lewat semua orang langsung menutup pintu.

Lia sempat drop seperti tak punya harapan hidup. Kala itu yang terbayang dibenaknya hanyalah kematian.  Bahkan Lia sempat ingin menyerahkan anaknya yang masih berusia tiga bulan kepada Heryawan,  petugas Dinkes Situbondo yang selalu mendampinginya selama pengobatan medis. Lia khawatir anaknya yang tidak tertular HIV malah ikut dikucilkan lingkungannya.

BACA JUGA :  Tata Janeeta Hipnotis Pengunjung Wisata Plaza Rengganis Situbondo

Lia bersyukur mendapat pendampingan Dinas Kesehatan Situbondo. Berkat motivasi petugas medis,  Lia berlahan-lahan mulai bersemangat kembali untuk hidup. Melalui pengobatan rutin ARV atau Antiretroviral, Lia  akhirnya kembali normal serta sudah kembali menikah sejak 2014 silam dan dikaruniai seorang anak.

Saat ini, Lia memilih mengabdikan dirinya menjadi aktifis teman sebaya bagi sesama penderita HIV. Lia sudah berkeliling Indonesia untuk menyemangati para penderita. Menurutnya, penderita HIV harus tetap hidup dan tak boleh menyerah. Sebab jika mereka rutin meminum obat ARV pasti akan kembali ke titik normal.

Menurutnya, menderita HIV harus ikhlas karena itu sudah menjadi garis hidupnya. Oleh karena itu, Lia mengaku ingin mendirikan lembaga untuk mendampingi para penderita HIV. Lia tak ingin ada penderita di Situbondo meninggal, karena tak terobati dengan baik hingga penyakit HIV masuk ke fase penyakit AIDS.