Menolak Tambang, Perwakilan Warga Desa Kukusan Temui Bupati Dadang

0
BhasaFM
Puluhan warga Desa Kukusan, Kecamatan Kendit, menemui Bupati Dadang Wigiarto, Selasa kemarin. Perwakilan warga itu menolak adanya aktivitas pertambangan di daerah mereka.(foto: Zaini Zain)

Situbondo- Puluhan warga Desa Kukusan, Kecamatan Kendit, menemui Bupati Dadang Wigiarto, Selasa kemarin. Perwakilan warga itu menolak adanya aktivitas pertambangan di daerah mereka.

Puluhan warga ini meminta Bupati Dadang Wigiarto ikut memfasilitasi, agar penambangan dibatalkan mengingat pengusaha tambang yang disebut-sebut berasal dari Sidoarjo, sudah mengantongi perijinan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Salah seorang tokoh masyarakat, H. Romli mengatakan, warga Desa Kukusan akan tetap menolak adanya penambangan lahan meski penambang sudah mengantongi ijin. Romli mengaku khawatir aktifitas pertambangan tersebut akan merusak lingkungan.

Menurut Romli, selain dapat menimbulkan bencana alam, aktifitas pertambangan dikhawatirkan merusak jalan desa yang sudah bagus.

Pernyataan serupa diungkapkan Kepala Desa Kukusan. Japriyanto yang ikut mendampingi warganya mengaku, pihaknya bersama warga akan tetap menolak penambangan di kawasan gunung putri, karena khawatir akan memicu terjadinya bencana longsor, karena ada sekitar 2.600 warga tinggal di kaki gunung putri tersebut.

BACA JUGA :  Jadi Pemenang Pemilu di Situbondo, PKB Tunjuk Mantan Wartawan Jadi Ketua DPRD

Sementara itu, Bupati Dadang Wigiarto, mengaku akan menindaklanjuti keluhan warga Desa Kukusan,agar Gubernur Jawa Timur meninjau terbitnya ijin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi.

Menurut Dadang, keberatan warga tersebut diharapkan akan jadi bahan pertimbangan, mengingat mereka ingin tetap menjaga kelestarian lingkungannya. Apalagi di desa Kukusan memang pernah terjadi longsor. Dadang meminta warga tetap tenang, karena selama belum ada IUP Operasi produksi tidak mungkin ada aktifitas pertambangan. Saat ini penambang baru mengantongi Wilayah Ijin Usaha Pertambangan (WIUP) dan Ijin Usaha Pertambangan (IUP) eksplorasi untuk lahan seluas 238, 83 hektar.