Pemenuhan Kebutuhan Telur di Situbondo Masih Bergantung Pengiriman Peternak Luar Daerah

0

Situbondo- Kebutuhan telur ayam buras di Situbondo masih cukup tinggi. Selama ini warga Situbondo mengandalkan pengiriman telur dari luar daerah, mengingat produksi telur ayam buras di Situbondo hanya bisa memenuhi sekitar 5 persen dari kebutuhan pasar.

Menurut Sekretaris Tim Pengendali Inflasi Daerah, Sentot Sugiyono, tingginya kebutuhan telur di Situbondo, sebenarnya bisa ditangkap para peternak. Sayangnya, sejauh ini produksi telur di Situbondo tak mampu memenuhi kebutuhan pasar lokal.

Sentot menambahkan, pedagang Situbondo banyak di suplay produsen telur dari luar daerah terumata dari Kabupaten Blitar dan Kediri. Oleh karena itu kata Sentoto, besarnya  kebutuhan pasar lokal yang cukup tinggi, bisa jadi peluang bagi peternak lokal mengembangkan usaha ayam telur buras.

Sentot yang juga Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Situbondo menambahkan, selain telur ayam buras, beberapa kebutuhan pokok lainnya di Situbondo masih mengandalkan suplay luar kota, seperti kedelai dan ketan.

Untuk kedelai kata Sentot, sudah ada rencana  akan dikembangkan di  Situbondo, hanya tinggal memotivasi para petani agar mau menanam kedelai. Sedangkan untuk tanaman ketan, tidak semua lahan pertanian di Situbondo bisa menanam ketan, karena sangat rawan serangan hama wereng.

Sentot mengaku, selama ini pemenuhan ketan di Situbondo masih di suplay dari luar kota seperti Kabupaten Banyuwangi  dan Lumajang.

Lebih jauh Sentot Sugiyono mengatakan, Tim Pengandali Inflasi Daerah sudah melakukan pertemuan lintas Kabupaten. Salah satu kesepakatannya yaitu akan saling memenuhi kebutuhan sembako di daerah masing-masing untuk menekan inflasi.

Menurut Sentot, ada enam Kabupaten yang sudah melakukan kerjasama, yaitu Situbondo, Banyuwangi, Jember, Bondowoso, Probolinggo dan Lumajang. Saat ini kesepakatan enam Kabupaten di tapal kuda itu, hanya tinggal menunggu pertemuan dan penandatangan masing-masing  Kepala Daerah.