Pemkab Situbondo Siapkan Tempat Karantina Bagi Pemudik Nekat Pulang Kampung

0
Bhasafm
Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto (foto: Zaini Zain)

Situbondo- Pemkab Situbondo menyiapkan hotel Sidomuncul 2 di objek wisata Pasir putih, untuk dijadikan tempat karantina bagi pemudik yang baru datang dari luar kota. Pemudik yang dicurigai memiliki gejala penyakit mirip virus Corona akan langsung di karantina.

Setiap pemudik dari luar kota yang akan masuk Situbondo, akan menjalani pemeriksaan kesehatan menggunakan thermal gun di Posko Satgas Covid-19. Mereka  yang memiliki suhu badan di atas 37 derajat Celsius akan dikarantina selama 14 hari.

Pemkab Situbondo memperketat kepulangan pemudik, mengingat Situbondo sudah masuk zona merah penyebaran virus Covid-19 di Jawa Timur. Saat ini tercatat delapan warga Situbondo terkonfirmasi positif Corona.

Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto, mengimbau warga Situbondo di luar kota, agar menunda tidak mudik terlebih dahulu. Jika nekat, mereka akan jadi sasaran target karantina, karena khawatir akan kian memperluas penyebaran virus corona.

Dadang menambahkan, tak hanya Pemkab Situbondo menyiapkan tempat karantina, dirinya juga meminta Camat dan Kepala Desa menyiapkan tempat karantina bagi pemudik.   Dadang mengaku sudah memerintahkan Camat Kades menyiapkan fasilitas bagi pemudik, karena khawatir tempat karantina yang disediakan Pemkab tak memadahi menampung.

BACA JUGA :  Pelindo Lanjutkan Rapid Test Massal Bagi Warga Kawasan Pelabuhan Jangkar

Setiap pemudik yang akan pulang ke Situbondo, akan diperiksa di perbatasan pintu masuk Situbondo. Satgas Covid-19 telah menyiapkan posko di pintu masuk dari arah Banyuwangi, Bondowoso dan Probolinggo.

Sesuai data terbaru Pemkab Situbondo pertanggal 6 April 2020, jumlah pasien positif Corona masih tetap delapan orang. Ada pergerakan jumlah Pasien Dengan Pengawasan (PDP).Dari sebelumnya berjumlah 11 orang meningkat menjadi 14 orang tersebar di 9 Kecamatan. Rinciannya, sebanyak 11 orang rawat inap, dua orang isolasi mandiri, serta satu pasien dinyatakan sembuh.

Begitu pula dengan jumlah Orang Dengan Pemantauan (ODP), mengalami peningkatan dari jumlah sebelumnya 187 orang naik menjadi 200 orang, dengan rincian, enam orang rawat inap, 89 isolasi mandiri serta 92 orang sudah selesai dipantau.