Petani Kopi Kayumas Jadi Wakil Jawa Timur Ikut Pameran Sinovik

0

Situbondo- Kembali petani kopi Kayumas Kecamatan Arjasa, mendapatkan penghargaan sebagai juara pertama nasional bidang Sinovik atau Sistem Inovasi Informasi Publik dari KemenPAN RB.

Penghargaan diterima kelompok tani sejahtera Kayumas April 2019 lalu. Dalam waktu dekat ini, petani kopi kayumas akan jadi satu-satunya wakil Provinsi Jawa Timur mengikuti pameran Sinovik di Kalimantan.

Kelompok tani sejahtera melalui warung kopi kayumas, telah banyak menerima penghargaan. Selain pernah menjadi juara pertama nasional kopi Arabika 2010, juga menjadi juara pertama kopi Robusta 2017. Yang paling membanggakan, kopi luwak kayumas jadi juara dunia tahun 2016.

BhasaFM
Kopi Kayumas, Kopi juara Nasional dan juara dunia (foto: Zaini Zain)

Pemilik warung kopi kayumas, Didik Suryadi mengatakan, beberapa penghargaan sebagai kopi juara diterima secara berturut-turut baik tingkat nasional maupun dunia.

Ditemui disela-sela acara pameran di alun-alun Situbondo, Didik mengaku akan segera berangkat ke Kalimantan, untuk mengikuti pameran Sinovik yang akan berlangsung sejak 18 hingga 21 September 2019.

Menurut Didik, Sinovik atau system inovasi informasi publik berkaitan dengan pengelolaan kopi dari hulu ke hilir, yaitu sejak proses menanam hingga mengolah. Saat ini kopi kayumas  sudah bertandar fairtrade ekspor. Selain itu, juga berkaitan dengan bentuk kerjasama dengan berbagai stakeholder termasuk Pemerintah.

BACA JUGA :  Harus Bersaing Dengan Istri, Calon Kades Klatakan Mengaku Kades Pelayan Rakyat 24 Jam

Didik menambahkan, saat ini kelompok tani sejahtera mengelola sekitar 60 hektar kebun kopi. Semua kopi kayumas berkualitas unggulan dan sudah teruji di berbagai pameran dan festival di dalam maupun luar negeri.

Tahun 2018 silam kata Didik, produk kopi kayumas berkesempatan mengikuti Ajang Archipelago Exhibition (Archex),  sebagai salah satu produk unggulan Indonesia di Malaysia.

Menurutnya, sejak tahun lalu,  Kopi Kayumas mulai di ekspor ke Swiss namun masih dengan skala UMKM. Kendalanya lanjut Didik yaitu masalah ekspedisi karena ongkos kirim ke luar negeri lebih mahal dari harga kopinya. Bahkan salah satu online shop terbesar di Indonesia juga belum bisa melayani ekspor kopi.

Lebih jauh Didik Suryadi menegaskan, setiap daerah penghasilan memang memiliki cita rasa berbeda-beda. Kopi kayumas sudah punya brand di Indonesia maupun luar negeri. Kopi kayumas merupakan satu-satunya perkebunan kopi di Indonesia yang sudah ada sejak zaman Belanda. Sampai sekarang kualitas kopi tetap terjaga terutama yang paling terkenal yaitu kopi Arabika. Di jaman Belanda kopi kayumas diberi nama NV Mijt dan Van Landem pada tahun 1886.