Ratusan Karyawan PG Berunjuk Rasa, Mengaku Terancam Menganggur Jika PG Tak Beroperasi

0
BhasaFM
Demo Karyawan PG Panji dan PG Olean (foto: Zaini Zain)

Situbondo- Karyawan Pabrik Gula Panji dan Pabrik Gula Olean,  berunjuk rasa ke Kantor DPRD, Jum’at sore kemarin. Mereka mengaku terancam menganggur jika dua pabrik gula tersebut tak beroperasi.

Ratusan karyawan itu meminta dukungan DPRD agar PG Panji dan Olean  segera mulai giling. Para karyawan ini juga menyatakan menolak, jika PG Panji dan Olean akan di hentikan beroperasi.

Perwakilan ratusan karyawan PG Panji dan Olean diterima Komisi II DPRD Situbondo. Selain itu, DPRD juga mengundang Direktur Operasional PTPN XI dan General Manajer PG Panji dan General Manajer PG Olean.

Salah seorang perwakilan pekerja,Eko Hariyanto, mengatakan, dirinya dan para pekerja lainnya mendatangi kantor dewan, untuk menyampaikan aspirasi agar pabrik tempat bekerja segera beropreasi, karena bulan ini sudah memasuki musim giling.

Eko Hariyano menambahkan, jika pabrik gula tak segera giling maka ratusan karyawan tak bisa bekerja. Padahal mereka butuh pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Oleh karena itu, Eko meminta dukungan DPRD agar mendorong PT Pekebunan Nusantara XI segera giling tebu.

BACA JUGA :  Paripurna PAPBD Sempat Diboikot, Ketua DPRD Situbondo Optimis Pembahasan Bisa Dilanjutkan

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPRD Situbondo, Hadi Prianto, mengatakan, pihaknya sudah mendengarkan masukan semua pihak, baik dari dua general manajer pabrik gula dan Direktur Operasional PT Perkebunan Nusantara XI serta APTR dan perwakilan keryawan.

Menurut Hadi, general manajer PG Olean dan PG Panji menyatakan siap giling dengan didukung APTR, karena bahan baku yang mereka sudah memenuhi kapasitas masing-masing PG. Oleh karena itu kata Hadi, pihaknya akan mengirim hasil pertemuan ke direksi PTPN XI. Kemungkinan satu hingga dua hari kedepan sudah akan diketahui keputusannya.

Dikonfirmasi terpisah, Direktur Operasional PT Perkebunan Nusantara XI, Danianto mengatakan, semua aspirasi perwakilan petani dan karyawan pabrik gula, akan disampaikan ke Kantor Pusat agar di evaluasi.  Danianto mengaku, saat ini memang ada masalah ketersediaan bahan baku, karena banyak petani menjual tebu ke luar daerah.

Menurut Danianto, jika semua PG di Situbondo beroperasi akan kekurangan bahan baku.  Dan jika PG tidak sampai memenuhi bahan baku optimal, dapat dipastikan pabrik akan merugi.  Saat ini kata Danianto, pabrik yang sudah siap giling yaitu PG Asembagus dan PB Wringinanom. Dua pabrik gula tersebut memiliki bahan baku yang cukup.