Setahun 112 Orang Meninggal Akibat Kecelakaan di Jalur Pantura Situbondo

0
BhasaFM
ilustrasi garis polisi

Situbondo- Jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalulintas di jalan pantura Situbondo masih cukup tinggi. Selama 2020 terhitung ada 112 orang meninggal dunia akibat kecelakaan.

Menurut Kasat Lantas Polres Situbondo, AKP Indah Citra Fitriani, penyebab tertinggi kecelakaan disebabkan karena human eror atau kelalaian manusia saat mengemudi. Selain menyebabkan korban meninggal, ada 10 orang mengalami luka berat serta 303 orang luka ringan.

“Jumlah kecelakaan tahun terjadi penurunan sekitar 22 persen dibandingkan dari tahun 2019 lalu,” katanya

Indah mengatakan, selama 2020 ada 232 kasus kecelakaan lalulintas di sepanjang jalan pantura Situbondo. Tak hanya menyebabkan korban terluka dan meninggal dunia, kerugian materi akibat kecelakaan ditaksir mencapai 318 juta.

BACA JUGA :  ADD Sudah Bisa Dicairkan, Belum Ada Separuh Desa Ajukan Pencairan

Indah menjelaskan, ada penurunan sekitar 22 persen jumlah kecelakaan di Situbondo. Pada tahun 2019 jumlah kecelakaan lalulintas sebanyak 299 kasus, dengan jumlah korban meninggal 115 orang, 21 orang luka berat serta 447 orang luka ringan. Sedanhkan kerugian materinya juga lebih besar yaitu 747 juta.

Indah menyatakan, bahwa menurunnya jumlah kecelakaan lalulintas, tak lepas dari kesadaran masyarakat tetib berlalalu lintas di jalan raya.

“Selama 2020 kami juga gencar kegiatan sosialiasi kepada pengemudi, komunitas motor hingga ke sekolah-sekola akan pentingnya tertib berlalulintas,” jelasnya