Tahun Depan Berlakukan Tarif Baru, PDAM Siapkan Tarif Khusus Warga Miskin

0
BhasaFM
PDAM Situbondo melakukan konsultasi Publik penyesuaian tarif harga air minum (Foto: Zaini Zain)

Situbondo- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Baluran Kabupaten Situbondo, akan memberlakukan tarif baru tahun 2020 mendatang. Meski ada kenaikan tarif bagi pelanggannya, PDAM menyiapkan tarif khusus bagi warga miskin.

Kenaikan tarif PDAM ini mulai sosialisasi melalui kegiatan konsultasi publik penyesuaian tarif air minum, Sabtu kemarin. PDAM menaikan tarif dari 1.350 per meter kubik menjadi 2000 per meter kubik. Ada kenaikan 650 rupiah dari tarif sebelumnya. Sedangkan tarif warga miskin akan menjadi 1.500 atau naik 150 rupiah permeter kubiknya.

Menurut Direktur PDAM Situbondo, Jamal Fajri, PDAM sebenarnya pihaknya akan menaikan tarif sejak tahun ini, namun Bupati menolak dan  meminta PDAM membuat tarif khusus bagi warga miskin. 

Jamal mengaku, PDAM menaikan tarif harga air mengingat tarif yang ada sudah tak sesuai karena berada di bawah harga dasar air. Harga tariff air di Kabupaten Situbondo terendah diantara Kabupaten lain di tapal kuda termasuk Kabupaten Bondowoso.

BhasaFM
Direktur PDAM Situbondo, Jamal Fajri menjelaskan alasan kenaikan tarif air PDAM 2020 mendatang (Foto: Zaini Zain)

Jamal menjelaskan, harga tarif lama sudah berlaku sejak 2013. Selama enam tahun PDAM tak pernah menaikan tarif, padahal tarif dasar listrik maupun suku cadang sudah ikut naik.

BACA JUGA :  Dua Hari Bertambah 44 Pasien Baru Covid-19, Situbondo Kembali Berstatus Resiko Sedang

Menurutnya, kenaikan tarif ini untuk keberlangsung PDAM memberikan pelayanan maksimal kepada pelanggan. Dengan tarif 1.350 permter kubik, selama ini PDAM sebenarnya rugi 165 rupiah hingga 227 rupiah per meter kubiknya. Namun kerugian tersebut masih tertutupi pendapatan lain, seperti pemasangan pelanggan baru dan administrasi rekening serta pendapatan lain-lain nonair.

Jamal menambahkan, jika PDAM tak segera melakukan penyesuaian tarif air, pasti  akan berdampak terhadap kerugian penjualan air semakin tinggi. Selain itu, kinerja perusahaan akan menurun, baik pelayanan maupun pemeliharaan infrastruktur serta kemampuan berinvestasi rendah.

Lebih jauh Jamal Fajri mengatakan, melalui kenaikan tarif 1.350 menjadi 2000, maka PDAM Situbondo diperkirakan akan mendongrak Pendapatan Asli Daerah menjadi 696 Juta 439 ribu rupiah.        

Data yang diterima Bhasa menyebutkan. Jumlah pelanggan PDAM hingga maret 2019 sebanyak 32 ribu orang. Pada tahun 2018 silam, PDAM mendapatkan penghasilan kotor sebesar 2, 7 Miliar. PDAM menyumbang PAD terbesar tahun 2018 silam diantara Perusda lainnya yaitu 476 juta lebih.