Terpilih Menuju Smart City, Bupati Situbondo Ingin Optimalkan Pelayanan Berbasis IT

0
BhasaFM
Bupati Dadang Wigiarto dalam acara Bimtek Smart City (foto: Zaini Zain)

Situbondo- Kementerian Komunikasi dan Informatika, menetapkan Kabupaten Situbondo menuju Kabupaten Smart City.  Tahun ini Kabupaten Situbondo masuk 25 besar Kabupaten,kota se Indonesia menuju smart city.

Dengan demikian, Kabupaten Situbondo akan menjadi Kabupaten ke 100 di Indonesia yang menerapkan smart city. Senin kemarin, Kementerian Kominfo memberikan asismen dan bimtek penyusunan master plan menuju Situbondo smart city.

Menurut Direktorat Layanan Aplikasi Informatika Pemerintahan, Ditjen Aptika Kementerian Kominfo, Ir. Hafni Septiana Nur Endah, tahun ini ada 107 Pemerintah daerah mengajukan menjadi smart city, namun hanya 25 Kabupaten,kota saja memenuhi syarat.

Hafni Septiana menambahkan, sejak 2017 hingga 2019 ini sudah ada 100 Kabupaten menjadi smart city. Rinciannya, pada tahun 2017 lalu terpilih 25 kabupaten,kota. Tahun 2018 dipilih 50 Kabupaten,kota, serta tahun 2019 dipilih 25 Kabupaten,kota termasuk Situbondo.

BACA JUGA :  DPRD Akan Kaji Ulang Seluruh Peraturan Daerah

Sementara itu, Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto, mengatakan, meski Situbondo masih mendapat pendampingan Kementerian Kominfo menuju smart city, namun sebenarnya Situbondo sudah mulai melaksanakan smart city.

Dadang mengaku, asismen Kementerian Kominfo diharapkan akan mempercepat sambutan masyarakat terhadap smart city. Pihaknya ingin mengoptimalkan pelayanan public berbasis IT.

Sejauh ini kata Dadang, sambutan masyarakat Situbondo terhadap smart city masih sangat minim. Padahal out put smart city yaitu mencerdaskan masyarakat. Dadang mencontohkan pelayanan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) sudah berbasis online. Namun masyarakat yang memanfaatkan pelayanan online masih sangat kecil. Mereka masih lebih banyak mengurus perijinan secara ofline.