Tingkatkan Mutu Pelayanan FKTP, BPJS Kesehatan Terapkan Sistem KBPKP

0

Banyuwangi, Jamkesnews – Sebagai upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan primer sekaligus meningkatkan efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan jaminan kesehatan, BPJS Kesehatan Cabang Banyuwangi secara bergilir menggelar pertemuan dengan Tim Penilai kapitasi berbasis pemenuhan komitmen pelayanan (KBPKP) Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Situbondo pada Kamis (25/04). Pertemuan ini bertujuan untuk melakukan penilaian komitmen pelayanan fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) berdasarkan indikator yang telah ditetapkan.

Kapitasi merupakan besaran pembayaran per-bulan yang dibayar dimuka oleh BPJS Kesehatan kepada FKTP berdasarkan jumlah Peserta yang terdaftar tanpa memperhitungkan jenis dan jumlah pelayanan kesehatan yang diberikan.

Sedangkan KBPKP adalah penyesuaian besaran tarif kapitasi berdasarkan hasil penilaian pencapaian indikator pelayanan kesehatan perseorangan yang disepakati berupa komitmen pelayanan FKTP dalam rangka peningkatan mutu pelayanan. Sistem KBPKP ini didasarkan pada Peraturan Bersama Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Direktur Utama BPJS Kesehatan Nomor HK.01.08/III/980/2017 dan Nomor 2 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pembayaran Kapitasi Berbasis Pemenuhan Komitmen Pelayanan pada FKTP.

“Setiap tri wulan Tim Penilai KBPKP melakukan penilaian terhadap seluruh FKTP yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Hasil penilaian KBPKP tri wulan I akan digunakan sebagai dasar pembayaran kapitasi kepada FKTP di tri wulan II,” kata Hernina Agustin, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Banyuwangi.

Tim Penilai KBPKP terdiri dari Kepala Dinas Kesehatan, Ketua Tim Kendali Mutu Kendali Biaya (TKMKB) Koordinasi, Kepala BPJS Kesehatan, dan beberapa anggota lainnya dari BPJS Kesehatan dan Dinas Kesehatan. Terdapat tiga indikator dari penilaian KBPKP FKTP yaitu, Angka Kontak, Rasio Rujukan Non Spesialistik (RRNS), dan Rasio Peserta Prolanis Rutin Berkunjung ke FKTP (RPPRB).

Dari hasil penilaian Tim Penilai KBPKP diketahui bahwa untuk FKTP di wilayah Kabupaten Bondowoso, dari 49 FKTP baru 4 FKTP yang bisa memenuhi target pencapaian ketiga indikator penilaian KBPKP. FKTP tersebut adalah Puskesmas Nangkaan, dr. Deni Agus Setiawan, Rafa Medical Clinic dan Klinik Adhi Dharma Medical Centre, sedangkan FKTP lainnya baru mencapai rata-rata dua indikator.

Menanggapi hasil penilaian tersebut, Staf Pelayanan Primer Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso, Normalia Widyanti memberikan komentarnya.

“Hasil penilaian KBPKP di Puskesmas Bondowoso masih rendah atau belum mencapai target yang diharapkan, salah satunya karena belum ada penanggung jawab secara khusus di Puskesmas untuk masalah ini. Ke depannya diharapkan Kepala Puskesmas dapat menunjuk penanggung jawab pembiayaan yang nantinya sekaligus sebagai PIC terkait masalah JKN (Jaminan Kesehatan Nasional),” tutur Normalia.

Tak jauh beda dengan hasil penilaian di Bondowoso, FKTP di wilayah Kabupaten Situbondo yang bisa mencapai ketiga target indikator penilaian KBPKP sebanyak 4 FKTP dari total 38 FKTP, yaitu Puskesmas Suboh, dr. Anik Trihastutik, Klinik Polres Situbondo dan Klinik Pratama Sebelas Medika, 34 FKTP lainnya masih di angka rata-rata dua indikator terpenuhi.

“Secara pencapaian total memang ada penurunan performa dari Puskesmas di wilayah Kabupaten Situbondo. Penyebabnya karena adanya mutasi kepala puskesmas dan ada proses reakreditasi sehingga tenaga banyak terserap disana,” ucap Siti Rupiah, Kepala Seksi Pembiayaan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo.

Sebagai penutup, Hernina menambahkan harapannya agar Dinas Kesehatan dapat lebih memotivasi Puskesmas yang berada langsung di bawah naungannya agar dapat mencapai ketiga indikator penilaian KBPKP sehingga dapat menerima seratus persen kapitasi. (ar/da)