Wabup Akan Menghadap Gubernur Jatim Terkait PG Olean dan Panji

0
BhasaFM
Demo Karyawan PG Panji dan PG Olean (foto: Zaini Zain)

Situbondo– Wakil Bupati Situbondo Yoyok Mulyadi, mengaku akan menghadap Gubernur Jawa Timur, terkait PG Olean dan Panji. Hingga kini, dua pabrik gula tersebut belum juga giling hingga menimbulkan reaksi dari karyawan dan petani.

Menurut Yoyok Mulyadi, seharusnya PG Olean dan PG Panji sudah giling sejak Mei 2019. Belum beroperasinya dua PG itu sangat merugikan petani. Selain berdampak turunnya rendemen, lahan tebu juga bisa mengering dan berpotensi terjadinya kebakaran.

Yoyok mengaku sangat memahami reaksi petani dan karyawan PG beberapa waktu, karena dirinya juga petani tebu dan hingga kini belum ditebang. Menurutnya, lahan pertanian tebu di Situbondo cukup luas dan cukup untuk pasokan bahan baku empat PG di Situbondo.

BACA JUGA :  Bung Karna Tunjuk Plt Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Dinas Sosial

Yoyok mengatakan, belum beroperasinya PG Panji dan Olean membuat was-was petani. Jika mereka menjual tebu ke luar daerah pasti akan merugi karena harganya murah. Saat ini harga tebu di luar daerah sekitar 30.000 per kwintal. Sedangkan tahun-tahun sebelumnya masih sekitar 42.000 hingga 45.000 per kwintal.

Yoyok mengatakan, tidak jelasnya produksi PG di Situbondo sangat merugikan petani tebu. Kedepan bisa jadi masyarakat akan malas menanam tebu. Oleh karena itu, Wabup mengaku akan segera melakukan audiensi dengan PTPN XI dan Gubernur Jatim.