Pengajian Kitab Nashoihul ‘Ibad

0
132
Bhasafm
Lora Mohammad Aso Syamsuddin Rusydi sedang menyampaikan pengajian kitab nashoihul 'ibad di musholla asrama NQ putra (foto: Tim Salaf)

Situbondo- Wakil pemangku asrama nurul qoni’ (NQ), Kyai Haji Aso Syamsuddin Rusydi, atau yang akrab dipanggil ra Udin, melanjutkan pengajian rutin setiap hari Sabtu malam Ahad, yaitu kitab kuning Nashoihul ‘Ibad yang sampai pada maqolah 35. Pengajian ini diselenggarakan ba’da sholat isya’ sampai selesai di Musholla Asrama NQ putra.

Kitab Nashoihul ‘Ibad ini sangat populer di kalangan para santri. Bukan saja karena isi kandungan yang kaya meskipun halaman tidak terlalu tebal, tetapi juga sebab kitab ini  merupakan karya tokoh asli nusantara, yaitu Syaikh Nawawi Al Bantani yang berasal dari Kampung Tanara kecamatan Tirtayasa kabupaten Serang provinsi Banten.

Bhasafm
Santri asrama NQ putra sedang mengikuti pengajian kitab nashoihul ‘ibad yang disampaikan oleh Lora Mohammad Aso Syamsuddin Rusydi (foto: Tim Salaf)

Ra Udin menyampaikan di dalam pengajiannya, bahwa sifat zuhud itu menghindarkan dari perkara haram, baik kecil maupun besar. Seseorang akan mencapai derajat waro’ melalui sifat zuhud. Zuhud adalah mengalihkan kesenangan dari sesuatu pada sesuatu yang lebih baik.

BACA JUGA :  Bekas Rumah Dinas Terbakar, Pegawai Dinas Pertanian Panik Berhamburan Keluar Ruangan

Ra udin juga menambahkan tentang qona’ah. Bahwa seseorang tidak bisa dikatakan qona’ah jika tidak tawakkal, dan tidak bisa dikatakan tawakkal jika tidak pasrah.