Situbondo, bhasafm.co.id- Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Alas Bayur, Kecamatan Mlandingan, Ahmad Zulkifli mengajak petani di Desa Alas Bayur untuk menanam kapulaga.
Ia optimis, tanaman kapulaga akan tumbuh dengan subur di Desa Alas Bayur karena telah memenuhi SOP yakni berada di ketinggian di atas 400 hingga 800 meter di atas permukaan laut (mdpl). Secara agroklimat, seperti iklim, suhu, kelembapan, radiasi matahari, sudah memenuhi syarat.
Kata Zulkifli, merawat tanaman kapulaga juga sangat mudah karena sama dengan merawat tanaman rimpang seperti Jahe, Kunyit, Lengkuas dan sejenisnya. Pangsa pasarnya juga global, karena merupakan komoditas ekspor ke beberapa negara di Eropa dan Timur Tengah.
Sebelumnya, Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo memberikan bantuan bibit tanaman kapulaga sebanyak 6.440 batang kepada petani di Desa Alas Bayur, sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan petani di sana. Harga kapulaga lumaya, antara Rp100 ribu hingga Rp300 ribu per kilo.
Sebagai PPL, Zulkifli punya PR yakni bagaimana untuk meningkatkan produktivitas kapulaga di Alas Bayur, agar petani bisa meraup keuntungan tinggi.
“Tanaman kapulaga tidak terlalu membutuhkan pupuk ya. Bahkan kalau unsur haranya sudah sesuai, kita hanya butuh sedikit pupuk organik,” imbuhnya.
Sementara itu, Jumadi, salah seorang petani Desa Alas Bayur mengaku tertarik dan enanam kapulaga. Selain cara merawatnya mudah, ia juga ingin merasakan manisnya harga kapulaga. Ia mengaku melihat lewat media sosial, bahwa komoditas kapulaga laris di pasaran dengan harga yang cukup mahal.
Karena baru pertama kali menanam kapulaga ia berharap pendampingan dari PPL setempat, agar tanaman kapulaganya tumbuh subur dan punya produktivitas tinggi.









