1.500 jiwa masih mengalami krisis air bersih

0
BhasaFM
BPBD menyuplai air bersih ke salah satu lokasi krisis air bersih (foto: Zaini Zain)

Situbondo- Kemarau panjang tahun ini menyebabkan krisis air bersih kian meluas. Kali ini ada sekitar 1.500 jiwa mengalami krisis air bersih di Dusun Krajan, Desa Kembangsari, Kecamatan Jatibanteng.

Mereka mulai kesulitan air bersih sejak beberapa hari terakhir ini. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga harus mengambil air bersih di beberapa dusun tetangga yang jaraknya cukup jauh.

Kepala Desa Kembangsari, Helmi dihubungi melalui selulernya  mengatakan, krisis air bersih ini terjadi karena sumbermata air sudah mengering akibat kemarau panjang. Ada 453 Kepala Keluarga atau sekitar 1. 500 jiwa mengalami krisis air bersih.

Helmi menambahkan, dirinya sudah melaporkan krisis air bersih yang menimpa warganya ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah melalui Camat Jatibanteng, mengingat pasokan air dari beberapa dusun tetangga masih belum mencukupi.

Sementara itu, Camat Jatibanteng Wira Mukti  mengatakan, mengingat kebutuhan air bersih ini sangat mendesak, dirinya langsung mengirim permohonan bantuan air bersih melalui pesan whatsapp di group BPBD.

Wira Mukti mengaku akan segera mengajukan permohonan secara tertulis, agar BPBD secepatnya menyuplai air bersih untuk membantu memenuhi kebutuhan 453 Kepala keluarga di Dusun Krajan Desa Kembangsari.

Seperti diberitakan Bhasa sebelumnya. BPBD Situbondo memperpanjang jadwal pengiriman air bersih ke sejumlah daerah yang mengalami krisis air bersih di musim kemarau. Sesuai jadwal semula, pengiriman air bersih seharusnya sudah dihentikan akhir Oktober.

Namun karena tak kunjung turun hujan, disteribusi bantun air bersih diperpanjang hingga akhir November mendatang. Kemarau Panjang tahun ini menyebabkan 15 dusun di Situbondo mengalami krisis air bersih. Ada 6.584 jiwa menggantungkan pasokan air bersih BPBD untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.