Bantuan Tempat Cuci Tangan Berstiker Wabup Dilaporkan ke Bawaslu Situbondo

0
Bhasafm
KONTROVERSI-Bantuan tempat cuci tangan berstiker Wabup yang diilaporkan ke Bawaslu (foto: Zaini Zain)

Situbondo- Bantuan tempat cuci tangan untuk mencegah penyebaran virus Corona di pelabuhan penyeberangan Jangkar, dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Situbondo. Bantuan tempat cuci tangan tersebut menuai kontroversi karena diberi stiker Wakil Bupati Yoyok Mulyadi.

Padahal bantuan itu bertuliskan Forkopimda lengkap menggunakan lambang Forkopimda dan BPBD. Tidak jelas siapa pemasang stiker tersebut, namun dicurigai bernuansa politik mengingat Wabup disebut-sebut akan maju jadi Calon Bupati.

Ketua LSM Transparansi, Junaidi Rofi mengatakan, dirinya melaporkan bantuan tempat cuci tangan itu ke Bawaslu, karena menilai ada oknum-oknum yang ditengarai memanfaatkan isu kemanusia wabah virus Corona untuk kepentingan tertentu.

Menurut Junaidi, jika bantuan tempat cuci tangan itu harus diberi foto, seharusnya diberi foto Bupati dan Wakil Bupati atau seluruh unsur pimpinan Forkopimda agar tak terkesan politis. Oleh karena itu, Junaidi berharap Bawaslu bisa mengusut siapa pemasang stiker tersebut.

Junaidi mengatakan, dirinya telah membawa saksi serta menyerahkan bukti pendukung berupa foto dan video ke Bawaslu. Junaidi juga meminta DPRD Situbondo segera mengambil sikap, untuk mengawasi penggunaan anggaran Satgas Covid-19 agar tak dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu.

BACA JUGA :  Sejumlah Perkampungan di Besuki Tergenang Air

Sementara itu, Ketua Bawaslu Situbondo, Murtapik, mengaku sudah menerima laporan Lembaga Swadaya Masyarakat terkait bantuan tempat cuci tangan. Bawaslu pasti akan menindak lanjuti jika laporannya memenuhi persyaratan formil dan materiil.

Menurut Murtapik, Bawaslu memiliki mekanisme penanganan laporan masyarakat. Jika memenuhi unsur, Bawaslu  memiliki waktu tiga hari melakukan kajian. Jika masih membutuhkan keterangan tambahan, Bawaslu diberi kewenangan waktu tambahan selama dua hari.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Satgas Covid-19 Situbondo, Syaifullah, mengaku tidak tahu adanya bantuan tersebut. Menurutnya, Satgas memang menyediakan bantuan tempat cuci tangan di sejumlah fasilitas umum, namun hanya berupa ember kran berukuran besar.

Syaifullah menambahkan, untuk bantuan tempat cuci tangan ke pelabuhan Jangkar, dirinya akan berkoordinasi dengan Satgas anggota lain, karena dirinya memang tak pernah tahu adanya pengiriman bantuan.