Dugaan Korupsi Uang Persedian (UP), Di Sekretariat DPRD Situbondo

0
BhasaFM
ilustrasi

Situbondo- Kejaksaan Negeri Situbondo merilis perkembangan penyidikan dugaan korupsi Uang Persedian (UP), di Sekretariat DPRD Situbondo. Kejaksaan sudah memastikan kerugian Negara yang ditimbulkan dalam kasus ini.

Kepastian adanya jumlah kerugian negara tersebut diketahui, setelah penyididik memeriksa auditor Inspektor Pemkab Situbondo. Pihak inspektorat menjadi salah satu saksi ahli dalam kasus dugaan korupsi UP.

Saat ini berkas dugaan korupsi ini sudah hampir lengkap. Penyidik kejaksaan telah menetapkan dua staf DPRD sebagai tersangka, yaitu IW dan HN.

Kasi Pidana Khusus Kejari Situbondo,  Reza Aditya kepada wartawan mengatakan, penyidik memeriksa auditor Inspektor sekitar empat jam. Jika berkas para tersangka dugaan korupsi UP itu sudah lengkap, penyidik segera melimpahkannya ke Pengadilan Tipikor.

Perlu diketahui, dugaan korupsi Uang Persediaan di Sekretariat DPRD Situbondo mulai mencuat, setelah inspektorat menilai penggunaan UP senilai 500 jutaan dinilai  tak bisa dipertanggung jawabkan. UP sebesar 500 juta itu dianggarkan melalui APBD 2017. Kejaksaan sempat menggeledah ruangan Sekertariat DPRD awal Pebruari 2018.