Kisah Wanita Tunawisma, Bertahan Hidup Jual Sapu Lidi Hingga Jadi Korban Kejahatan di Jalan

0
Bhasafm
Kisah Wanita Tunawisma, Bertahan Hidup Jual Sapu Lidi Hingga Jadi Korban Kejahatan di Jalan (foto: Zaini Zain)

Situbondo- Namanya Bu Syafiya. Wanita berusia 54 tahun ini tak memiliki tempat tinggal alias tunawisma. Bu Syafiya bertahan hidup di jalanan dengan menjual sapu lidi.

Bu Syafiya hidup sebatangkara setelah bercerai dengan suaminya enam tahun silam. Sedangkan kedua orang tuanya sudah cukup lama meninggal.  Bu Syafiya sebelumnya mengaku lahir dan tinggal di rumah kontrakan di Desa Talkandang, Kecamatan Situbondo.

Keterbatasan ekonomi membuatnya hidup di jalanan. Biasanya Bu Syafiya numpang tidur di depan pertokoan. Sedangkan di siang hari, ia menjajakan sapu lidi menggunakan sepeda pedal.

Bagi Bu Syafiya, sepeda pedal miliknya merupakan harta satu-satunya. Sepeda pedal tersebut dipergunakan mencari nafkah menyambung hidup, sekaligus jadi tempat menyimpan pakaian dan makanan.

BACA JUGA :  Pencuri Bertopeng Satroni Minimarket

Menurut Bu Syafiya, dirinya menjualkan sapu milik salah seorang pedagang di pasar Mimbaan. Ia menjual sapu lidi seharga 5000 rupiah. Itu artinya Bu Syafiya mendapat keuntungan 1000 rupiah setiap ada warga yang membelinya.

Selama menjadi tunawisma dan hidup di jalanan, Bu Syafiya harus berjuang melawan kerasnya kehidupan. Selain harus berkeliling setiap hari menjual sapu, ia kerapkali menjadi korban kejahatan. Bu Syafiya mengaku pernah jadi korban pencurian saat tidur di depan pertokoan,  hingga pernah jadi korban penjambretan.

Sayangnya, Bu Syafiya yang mengaku lahir di Desa Talkandang Situbondo, namun tak memiliki e-KTP Situbondo. Akibatnya, ia tak pernah menerima bantuan program pemerintah, meski kondisi hidupnya sangat memprihatinkan.