Pengasuh Pesantren di Probolinggo Dilaporkan “Goyang” Santrinya ke Mapolres Situbondo

0
BhasaFM
Ilustrasi

Situbondo- Nasib nahas menimpa seorang santriwati berinisial AS. Wanita berusia 19 tahun asal Probolinggo, mengaku disetubuhi pengasuh salah satu Pondok Pesantren di Kabupaten  Probolinggo berinisial HS.

Korban mengaku diajak ke salah satu hotel di kawasan objek wisata pantai Pasir putih Situbondo, dan diajak berhubungan badan sebanyak dua kali. Ironisnya, sebelum di goyang korban mengaku lebih dulu diberi obat hingga merasa seperti hilang ingatan.

Petaka yang menimpa santriwati ini terjadi 25 Agustus lalu. Kejadian bermula saat korban datang ke Pondok pesantren di Kecamatan Krejengan untuk belajar ilmu agama.  Pelaku HS meminta korban belajar ilmu agama secara privat. Syaratnya korban harus bersedia kawin siri, dengan alasan agar tidak haram saat belajar berduaan karena bukan muhrim.

Pihak keluarga menyetujui korban kawin siri asalkan tidak diperlakukan layaknya suami istri. Kawin siri kemudian di lakukan di dalam mobil, tak jauh dari toko milik orang tua korban di Kecamatan Kraksan.

Setelah kawin siri dengan sang Kiai korban pun mengaku pulang ke rumahnya. Oleh pelaku HS korban dijemput ke rumahnya, kemudian diajak ke salah satu hotel di Pasir Putih. Nah di dalam hotel itulah korban diajak berhubungan badan, karena pelaku mengaku sudah memilikinya.

Pihak keluarga tak terima perlakuan sang Kiai, karena dinilai sudah mengingkari perjanjian. Apalagi, pelaku disebut-sebut memberinya obat sebelum mengajak korban berhubungan badan. Pihak keluarga yang merasa tertipu langsung melaporkan Pengasuh pesantren berinisial  HS itu ke Mapolres Probolinggo. Namun karena lokasi persetubuhan dilakukan di Situbondo, maka korban bersama keluarganya melaporkannya ke Mapolres Situbondo.

Kasubag Humas Polres Situbondo, Iptu Nanang Priyambodo, membenarkan adanya laporan tersebut. Menurut Nanang, untuk melengkapi laporan korban, penyidik  telah memintakan visum et repertum