Salimin, Kakek 70 Tahun Selamat Dari Maut Saat Ditikam Pengidap Gangguan Jiwa

0
BhasaFM
Salimin, kakek korban pembacokan pengidap gangguan jiwa masih menjalani perawatan medis di RSUD Situbondo (foto: Zaini Zain)

Situbondo- Nasib mujur sepertinya masih memihak kepada Salimin, kakek 70 tahun yang selamat dari maut setelah ditikam Nursadi, pengidap gangguan jiwa, Minggu kemarin. Meski mengalami luka tusuk di beberapa tubuhnya, nyawa sang kakek masih bisa tertolong.

Hingga kini, kakek Salimin masih menjalani perawatan medis di ruang bedah RSUD Abdoer Rahem Situbondo. Meski masih terbaring lemas dengan jarum infus di tangan, sang kakek sudah mulai bisa berbicara mengisahkan detik-detik dirinya diserang.,

Dengan nada terbata-bata menggunakan logat khas bahasa Madura, kakek Salimin mulai menceritakan nasib tragis yang nyaris merenggut nyawanya. Saat itu, sang kakek hendak membayar hutang ke rumah kerabatnya yang berdekatan dengan rumah Nursadi, di Desa Mlandingan Wetan, Kecamatan Bungatan.

Tak ada firasat apapun saat sang kakek melewati depan rumah Nursadi. Tak disangka, Nursadi tiba-tiba keluar dari dalam rumah sambil menghulus pisau. Sejurus kemudian, Nursadi menyerang kakek Salimin membabi buta.

BACA JUGA :  Motor Berpenumpang Pasutri dan Anaknya Masuk Jurang, Satu Meninggal

Menurut kakek Salimin, awalnya pelaku Nursadi menyerang dari belakang dan tepat mengenai rusuknya. Setelah itu, kakek Nursadi berusaha merampas pisau hingga tangannya terluka. Selain mengalami luka di tangan dan rusuk, kakek Salimin juga mengalami luka tusuk di bagian dagunya.

Dalam keadaan tak berdaya, kakek Salimin mengaku di selamatkan salah seorang saudaranya dan membawanya kabur. Tak lama kemudian, anggota TNI Serda Abd. Rokhim mendatangi lokasi keributan. Semula, anggota Koramil Bungatan itu bermaksud mengamankan pelaku Nursadi, namun malah ikut diserang hingga meregang nyawa. Serda Abd. Rokhim yang juga Babinsa Desa Mlandingan Wetan rela bertaruh nyawa untuk melindungi warga.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Situbondo, AKP Masykur, mengatakan, bahwa proses hukum terhadap pelaku akan sesuai prosedur. Penyidik telah memeriksa kejiwaan pelaku Nursadi ke Rumah Sakit Umum di Jember, Senin kemarin. Selain itu kata Masykur, penyidik juga telah meminta keterangan empat orang saksi. Keempat saksi tersebut merupakan orang yang berada di lokasi kejadian saat peristiwa penusukan itu berlangsung.