Setor Modal Investasi 837 Juta, Para Korban Bisnis Mukena Lapor Polisi

0
BhasaFM
korban penipuan bisnis Mukena (foto: Zaini Zain)

Situbondo- Hati-hati investasi kerjasama bisnis, jika tak ingin mengalami nasib serupa seperti yang dialami Rony Andi Martha Lumantya, 32 tahun, warga Jalan Melati, Kelurahan Dawuhan Situbondo.

Rony mengaku jadi korban penipuan bermodus kerjasama bisnis jual beli mukena. Tak tanggung-tanggung, korban mengaku mengalami kerugian hingga mencapai 837 juta.

Kasus penipuan itu bermula, saat Rony menjadi member atau koordinator investasi kerjasama bisnis dengan  seorang pengusaha berinisial HN, 25 tahun, warga Desa Alasmalang, Kecamatan Panarukan. HN menjanjikan penghasilan 1 juta perbulan, bagi setiap anggota yang memberikan modal sebesar 2,4 juta.

Untuk meyakinkan para korbannya, HN mengaku bekerjasama dengan koperasi di sejumlah pondok pesantren. Namun sejak November 2018, uang bagi hasil penjualan mukena yang dijanjikan tak pernah diberikan. Bahkan modal investasi juga tak dikembalikan.

Supriyono S.H.,M.Hum, yang ditunjuk jadi kuasa hukum para korban investasi bisnis mukena,  mengaku terpaksa melaporkannya ke polisi, karena tak ada i’tikad baik pelaku mengembalikan uang.

Menurut Supriyono, untuk sementara korban yang melapor ada 40 orang. Semuanya di bawah koordinator Rony Andi Martha Lumantya. Total kerugian para korban mencapai  837 juta.

Supriyono mengaku, sebenarnya masih banyak korban lain yang belum melapor. Kabarnya kata Supriyono, ada 10 member atau koordinator dengan nilai investasi bisnis mukena yang disetor kepada pelaku sekitar 3,5 Miliar.

Supriyono menambahkan, awalnya pelaku lancar memberikan bagi hasil bisnis mukena. Pelaku mulai kelimbungan memberikan bagi hasil, setelah anggota yang berinvestasi bertambah banyak. Oleh karena itu, Supriyono mendesak polisi segera mengusut dugaan penipuan tersebut.