Tak Punya Rumah, Kakek 60 Tahun Tidur di Pos Ronda Selama Dua Tahun

0
BhasaFM
Tak punya tempat tinggal, Mujib Prayitno dua tahun tidur di Pos Jaga dan bertahan hidup dengan bekerja jadi tukang sol sandal dan sepatu (foto: Zaini Zain)

Situbondo- Nasib tragis dialami Mujib Prayitno. Kakek berusia 60 tahun ini harus tidur di Pos jaga, di tepi jalan pantura pertigaan Desa Silomukti, Kecamatan Mlandingan. Sudah dua tahun terakhir ini Mujib menjalani sisa hidupnya di pos jaga tersebut.

Di tempat itu pula, Mujib membuka usaha sol sepatu dan sandal memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Mujib menyambung hidup dari upah ngesol sepatu dan sandal, meski kadang serba kekurangan.

Mujib Prayitno memang bukan warga asli Situbondo. Ia berasal dari Kabupaten Madiun. Mujib merantau ke Situbondo bersama Sumini sang istri sejak akhir 2017.Awal-awal berada di Situbondo, Mujib dan istri sempat tinggal di rumah kontrakan. Namun sejak sang istri meninggal dunia sekitar dua tahun lalu, Mujib memilih tinggal di pos jaga sekaligus membuka usaha sol sandal dan sepatu.

Menurut Mujib, dirinya memang berasal dari keluarga tak mampu. Mujib bersama istrinya sempat ikut perusahaan bekerja di Kalimantan Tengah. Namun hasil bekerja di Kalimantan hanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya saja.

Mujib mengaku, di Madiun dirinya memang tak memiliki rumah sendiri, karena sebelumnya tinggal di rumah mertua. Selama ini, Mujib mengaku selalu merantau mencari pekerjaan ke luar kota namun tetap tak pernah sukses . Satu-satunya penghasilan Mujib saat ini  yaitu ongkos dari ngesol sandal sepatu. Untuk harga sol sandal 10 ribu, sedangkan sol sandal 15 ribu.

BACA JUGA :  Puluhan Rumah di Dua Kampung Terendam Banjir

Meski demikian, tidak setiap hari Mujib dapat order ngesol sepatu dan sandal.  Saat ditemui Jum’at kemarin, Mujib dapat pekerjaan sol sandal dan sepatu, setelah dua hari sebelumnya sepi tak ada warga yang memanfaatkan jasanya.

Mujib mengaku bersyukut meski harus menjalani hidup serba kekurangan. Selama ini, ia mengaku kerap dibantu tetangga sekitar tempat usahnya.Setiap malam, Mujib memilih di pos jaga, karena tak memiliki uang untuk membayar kontrakan.

Selama ini Mujib mengaku tak pernah dapat bantuan Pemerintah. Mujib tak punya KTP Situbondo maupun KTP Madiun. Mujib pernah bikin KTP saat bekerja selama 15 tahun di Kalimantan. Namun KTPnya hilang bersama dompet miliknya saat terjadi konflik sosial di Kalimantan Tengah.

Mujib mengatakan, dirinya punya anak dan sudah menikah 2004 silam. Di usianya yang sudah mulai senja, Mujib mengaku tak mau bergantung dengan anaknya dan akan tetap menjalankan usahanya sendiri, menjadi tukang sol sepatu dan sandal meski dengan penghasilan yang serba kekurangan.

Mujib menambahkan, dirinya akan tetap membuka usahanya itu di tepi jalan pantura pertigaan Desa Silomukti. Di tempat itu, dirinya sudah mulai dikenal dan banyak warga dari Kecamatan lain datang menggunakan jasanya.