Petani Tebu Menjerit, Minta PG Asembagus Naikkan Harga Jadi Rp 70 Ribu Perkwintal

0
41
bhasafm
Ratusan petani berunjuk rasa menuntut kenaikan harga tebu di PG Asembagus (Foto oleh Zaini Zain)

Situbondo- Ratusan petani tebu menjerit meminta PG Asembagus menaikan harga tebu. Tuntutan petani yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Assembagus, disampaikan saat berunjuk rasa, Rabu kemarin.

Jember Fashion Carnaval

Para petani meminta agar PG Asembagus menaikan harga tebu dari Rp. 64 ribu menjadi Rp. 70 ribu perkwintalnya. Mereka mengaku akan mengadukan PG Asembagus ke Gubernur dan DPRD Jawa Timur, karena tak memenuhi tuntutannya.

Salah seorang koordinator aksi, Syamsul Arifin mengatakan saat ini PG Asembagus yang sudah direvitalisasi, namun harga tebu masih sama seperti PG yang lainnya. Tuntutan petani agar PG Asembaus menaikan harga pembelian tebu itu wajar, mengingat PG Asembagus sudah dilakukan revitalisasi.

“Para petani meminta agar harga tebu naik dari Rp. 64 ribu menjadi Rp. 70 ribu perkwintalnya. Saat ini harga tebu di PG Asembagus masih sama seperti PG lain yang belum direvitalisais,” terangnya, Rabu, 3 Agustus 2022.

Menurut Syamsul, seharusnya PG Asembagus yang sudah dirivitalisai, akan menghasilan rendemen atau potensi tebu lebih bagus. Selain masalah harga, para petani juga meminta PG Asembagus lancar membayar sistem pembelian tebu (SPT).

BACA JUGA :  Sidang Paripurna Istimewa Harjakasi Luncurkan Foto Pahlawan Nasional Kiai As’ad

“Sebelumnya PG Asembagus membayar SPT seminggu dua kali. Saat ini, SPT baru dibayar beberapa minggu bahkan hingga empat minggu sekali,” tuturnya.

bhasafm
Pengajian Umum 6 Agustus 2022 18.00 –

Sementara itu, Plt General Manajer PG Asembagus, Sugondo mengaku masih belum bisa memenuhi tuntutan petani seluruhnya. Saat ini, PG Asembagus masih tahap penyelesaian proyek dan belum maksimal giling tebu 6000 ton perhari.

“PG Asembagus belum bisa giling 6000 ton seperti yang dirtencankana. Saat ini masih baru bisa giling 4000 ton tebu perhari,” ujarnya.

Menurut Sugondo, melihat penurunan rendemen dan kondisi pasar cukup berat, pihaknya belum bisa menaikan harga tebu menjadi Rp. 70 ribu perkwintalnya. PG Asembagus hanya bisa menaikan menjadi 65 ribu perkwintalnya. Selain itu, ia berjanji untuk sistem pembayaran tebu akan lancar tidak terlambat seperti sekarang ini.

“Untuk tuntutan kenaikan harga itu tawaran kami yaitu naik Rp 1000. Untuk SPT kami sudah berkirim surat khusus kepada direksi agar PG Asembagus diperhatikan,” terangnya.

Reporter: Zaini Zain