Polisi Amankan Pelaku Pembacokan Saat Terjadi Perang-Perangan Sarung Antar Pemuda di Asembagus

0
135
bhasafm
Tersangka pelaku pembacokan di arena perang sarung saat menjalani pemeiksaan di Mapolsek Asembagus (Foto oleh Zaini Zain)

Situbondo- Polsek Asembagus akhirnya mengungkap pelaku pembacokan saat terjadi perang-perangan sarung antar pemuda di sebelah selatan taman kota Asembagus, Minggu dini hari kemarin. Pelaku ternyata tak menggunakan sarung melainkan menggunakan senjata tajam jenis celurit.

Pelakunya adalah Ahmad Fadli. (20), warga desa Awar-Awar Kecamatan Asembagus. Pelaku menyerahkan diri diantar keluarganya, setelah sebelumnya polisi melakukan penggerebekan ke rumahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, belasan pemuda di Asembagus terlibat perang-perangan menggunakan sarung. Berselang beberapa menit kemudian, seorang pemuda bernama Amar Farik Alfero (18) tiba-tiba  berteriak mengaku terkena bacok. Pemuda asal desa Trigonco itu mengalami luka bacok dan harus mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Asembagus.

BACA JUGA :  Pemkab Anggarkan Rp 180 Juta Untuk Bantuan Alat Jemur Tembakau

Menurut Kapolres Situbondo, AKBP Andi Sinjaya, butuh waktu sekitar 11 jam untuk mengungkap pembacokan tersebut. Kepada polisi tersangka mengaku salah paham, karena mengira terjadi tawuran. Tersangka yang membawa senjata tajam menyabetkan celurit secara membabi buta hinggga mengenai korban.

“Tersangka berinisial AF mengakui perbuatannya. Tersangka salah paham karena mengira perang-perangan sarung itu sedang terjadi tawuran,” ujarnya, Senin, 18 April 2022.

Kapolres menambahkan, saat ini tersangka bersama barang bukti sudah diamankan. Sedangkan korban sendiri masih menjalani perawatan dan kondisinya sudah mulai membaik.

“Tersangka sudah kita amankan. Kami mengimbau para pemuda agar memanfaatkan bulan Ramadhan dengan kegiatan positif,” terangnya.

Reporter: Zaini Zain