Home / Info Pesantren / Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Perkuat Alasan Situbondo Menjadi Tuan Rumah Muktamar NU ke 35

Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Perkuat Alasan Situbondo Menjadi Tuan Rumah Muktamar NU ke 35

Situbondo, bhasafm.co.id- Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, punya rekam jejak yang panjang, memperkuat alasan untuk kembali menjadi tuan rumah Muktamar NU ke-35 yang informasinya akan digelar pertengahan tahun 2026.

Hal ini disampaikan Rektor Universitas Ibrahimy Sukorejo, Dr. Khoirul Anwar, saat menanggapi rencana pengusulan Kabupaten Situbondo, menjadi tuan rumah pada agenda lima tahunan Muktamar NU ke-35.

Khoirul Anwar mengungkapkan bahwa Situbondo punya sejarah penting dalam perjalanan NU. Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo pernah menjadi tuan rumah Muktamar NU ke-27 pada 1984 yang melahirkan keputusan monumental penerimaan Pancasila sebagai asas tunggal dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurut dia, Muktamar NU ke-35 berada dalam posisi strategis karena akan menjadi ruang pengukuhan peran dan fungsi organisasi di tengah dinamika sosial kebangsaan. Ia menilai, dalam berbagai momentum strategis, Situbondo selalu ikut berperan dalam perjalanan panjang Jam’iyyah Nahdlatul Ulama.

Secara teknis dan pengalaman, Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo dinilai siap jika ditunjuk kembali menjadi tuan rumah Muktamar NU. Selain pernah menjadi tuan rumah muktamar, kawasan tersebut juga kerap menggelar berbagai agenda berskala nasional hingga internasional.

Kegiatan terakhir yakni Temu Inklusi Nasional dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari diskusi tematik hingga pameran, dan semuanya terselenggara dengan baik dan sukses.

Jika muktamar kembali digelar di Situbondo, dampaknya tidak hanya dirasakan secara organisatoris, tetapi juga memperkuat ukhuwah di kalangan warga NU serta memberi efek ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Sebelumnya, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo telah mengusulkan Kabupaten Situbondo sebagai tuan rumah Muktamar NU ke-35. Usulan tersebut disampaikan dalam berbagai kesempatan, baik secara formal maupun informal.

Menurut Bupati, Situbondo punya legitimasi historis dan kesiapan sosial yang kuat untuk kembali menjadi tempat penyelenggaraan Muktamar NU.

Pemerintah daerah siap mendukung penuh apabila Situbondo dipercaya menjadi tuan rumah. Dukungan tersebut mencakup kesiapan infrastruktur, koordinasi lintas sektor, hingga pelibatan masyarakat pesantren dan warga NU serta keamanan.

Katanya, muktamar bukan sekadar agenda organisasi, tetapi momentum kebangsaan dan keumatan. Pemerintah daerah tentu berkewajiban hadir dan memastikan agenda besar tersebut berjalan dengan baik.

Menurut Bupati Rio, penyelenggaraan Muktamar NU ke-35 di Situbondo akan membawa dampak positif bagi penguatan nilai-nilai kebangsaan, persatuan, serta perekonomian masyarakat lokal.