Situbondo, bhasafm.co.id- Petugas Satlantas Polres Situbondo, berhasil memaksa Etto, pria berusia 41 tahun yang menaiki tiang lampu kota setinggi 6 meter di perempatan Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, Situbondo.
Pria asal Bondowoso itu datang bersama istrinya ke, Rancis, warga Desa Tambak Ukir, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, hendak berkunjung ke Pengasuh Pondok Pesantren Walisongo, KHR Kholil As’ad.
Namun begitu turun dari taksi di perempatan SMEA Situbondo itu, Etto langsung menggandeng tangan istrinya dan menariknya agar berlari sekencang-kencangnya. Karena istrinya tidak mampu lari kencang, akhirnya Etto berlari sendirian dan naik ke tiang lampu hias kota di jalur pantura, setinggi 6 meter.
Banyak warga yang menyaksikan aksi Etto yang menaiki tiang lampu besi itu. Meskipun warga membujuk Etto agar turun, pria yang memakai kopyah hitam itu terus saja berada di puncak dan merusak lampu kota, melemparnya ke jalan raya.
Selang beberapa menit, petugas Satlantas Polres Situbondo yang sedang bertugas melakukan Operasi Patuh datang, lalu meminta dua truk fuso mengapit tiang lampu tempat Etto berada. Ada sekitar enam orang yang naik ke atas truk fuso untuk mengevakuasi Etto.
Etto akhirnya berhasil dievakuasi meskipun berjalan alot dan langsung dibawa ke RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo untuk mendapatkan perawatan medis, karena Etto melompat dari atas tiang setinggi 6 meter saat akan dievakuasi.
Sementara Rancis (39) istrinya yang sejak tadi menunggu di bawah tiang, hanya pasrah melihat kelakuan suaminya. Kata Rancis, Etto beberapa bulan terakhir ini selalu merasa ketakutan seperti ada yang mengejar, sehingga suaminya selalu berlari. Padahal tidak ada satupun yang mengejarnya.









