Pugar Restu Julian, atau Uga, baru saja merilis single terbaru bertajuk “Depresi Kelas Menengah” sebagai bentuk respons terhadap realitas kehidupan modern. Melalui lagu ini, Uga mencoba memotret kegelisahan tersembunyi dari kelompok masyarakat kelas menengah yang sering kali tampak baik-baik saja di permukaan, namun sebenarnya memikul beban mental yang cukup berat. Liriknya menyuarakan kondisi emosional yang jujur, mulai dari gangguan tidur hingga kecemasan berlebih yang kerap menghantui tanpa henti.
Uga menjelaskan bahwa karya ini bukanlah sekadar lagu motivasi, melainkan sebuah “curhat jujur” dari generasi yang merasa tertekan oleh ekspektasi sosial. Kelompok kelas menengah digambarkan terjebak dalam dilema untuk terus bertahan menopang berbagai peran hidup, namun jarang memiliki ruang untuk menunjukkan kerapuhan mereka. Fokus utama lagu ini bukan hanya pada persoalan ekonomi, melainkan pada perasaan kesepian dan tekanan untuk selalu terlihat kuat di hadapan orang lain meskipun kondisi mental sedang tidak stabil.
Proses produksi “Depresi Kelas Menengah” dilakukan secara mandiri oleh Uga, mulai dari penulisan lirik, aransemen, hingga tahap akhir mixing dan mastering. Dengan perilisan ini, ia berharap para pendengar yang merasakan tekanan serupa tidak lagi merasa sendirian dan merasa terwakili lewat karyanya.








