Rakor Satgas, Selama Januari Pasien Baru Covid di Situbondo Lebih Tinggi Dibandingkan Pasien Sembuh

0
100
Bhasafm
RAKOR: Satgas Covid Situbondo mengevaluasi perkembangan penanganan Covid di Situbondo selama bulan Januari 2021 (foto: Zaini Zain)

Situbondo- Satgas Covid-19 Situbondo menggelar rapat koordinasi (Rakor), di Kantor Pemkab Situbondo, Rabu kemarin.  Rakor mengevaluasi perkembangan penanganan Covid-19 termasuk lima Kecamatan yang masuk zona merah atau risiko tinggi penyebaran Covid.

Lima Kecamatan itu adalah Kecamatan Situbondo, Panji, Panarukan, Asembagus dan Panarukan. Selain itu, ada tiga Kecamatan juga masuk dalam pembahasan rakor karena CFR atau Case Fatality Rate  (CFR) diatas angka Kabupaten. Case Fatality Rate adalah jumlah kematian dibandingkan jumlah kasus yang sakit.

Tiga Kecamatan yang CFR-nya cukup tinggi adalah Kecamatan Panji sebesar 9 persen. Asembagus 8,9 persen dan Kecamatan Besuki sebesar 8,8 persen.

Wakil Ketua Satgas Covid, Syaifullah, memaparkan tren peningkatan pasien positif masih cukup tinggi dari minggu ke minggu selama Januari. Rata-rata pasien positif  lebih tingggi dibandingkan jumlah pasien sembuh.

BACA JUGA :  Mayoritas Fraksi di DPRD Situbondo Setuju Jadwal Pengesahan PAPBD 2021 Dimajukan

“Misalnya dari dari tanggal 11 sampai 17 Januari 2021, jumlah pasien positif 114 orang, jumlah pasien sembuh 89 orang dan pasien meninggal sebanyak 11 orang,” katanya, Senin, 25  Januari 2021.

Syaifullah menjelaskan, kasus Corona mulai masuk ke Situbondo 28 Maret 2020 berasal dari klaster jamaah umroh. Dalam perkembangannya, pasien baru Covid sudah tidak jelas lagi klasternya. Prosentase pasien tanpa klaster ini mencapai 37 persen. Hal itu menunjukan masih kurang disiplinnya masyarakat mematuhi protokol kesehatan.

“Perlu diperketat ruang isolasi kelompok pasien Covid serta penegakan disiplin protokol kesehatan,” ujarnya.