Situbondo, bhasafm.co.id- Alumni santri dari berbagai pondok pesantren se-Kabupaten Situbondo, menggelar aksi damai bertajuk “Seruan Aksi dan Doa Bersama” di depan Pendopo Situbondo. Aksi seribuan alumni yang menuntut pencabutan izin operasional Trans7 ini mendapat dukungan dari Wakil Bupati Situbondo, Ulfiah, Kapolres AKBP Rezi Dharmawan, Dandim 0823/ Letkol Infanteri Tri Wiratno, Ketua DPRD Mahbub Junaidi.
Mereka berbaur, berorasi dengan satu seruan, mengecam tayangan Trans7 yang dinilai telah menghina dunia pesantren. Tayangan tersebut dinilai keluar dari kode etik jurnalistik, dan harus mendapatkan sanksi tegas.
Wakil Bupati Situbondo, Ulfiyah dalam orasinya mengatakan, ia bisa menjadi seperti saat ini adalah karena bimbingan dari para guru di pondok pesantren. Mewakili pemerintah daerah, Ulfiyah akan menyampaikan aspirasi para alumni kepada Gubernur Jawa Timur.
Hasan ‘Illiyin, mewakili alumni santri Langitan menyatakan, kehadirannya di sini mewakili seluruh alumni santri Langitan yang mengecam tayangan Trans7 yang telah menciderai marwah kiai dan pesantren, dan harus mendapatkan tindakan tegas. Ia meminta usut tuntas pelaku yang membuat tayangan tersebut.
Sementara itu, Ketua GP Anshor Situbondo, Johantono, mengaku telah melayangkan laporan ke Polda Jatim terkait tayangan Trans7 yang dinilai melecehkan kiai yang justru sangat dicintai dan dihormati oleh santri. Ia meminta aparat kepolisian untuk menindak tegas apabila ada pelanggaran hukum di dalamnya.









