Situbondo- Pondok Pesantren Salafiyah-Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo, menerapkan secara ketat protokol kesehatan di masa pandemi. Sejak santri kembali ke pondok Pesantren Agustus lalu, wali santri tak diperkenankan menjenguk anaknya di pesantren.
Pihak pesantren menyediakan layanan transfer uang bagi wali santri yang akan mengirimkan uang. Tidak hanya itu, Satgas Covid-19 Pesantren Sukorejo, juga menyiapkan para relawan bertugas mengantarkan kiriman ke masing-masing asrama.
Menurut Ketua Satgas Covid-19 Ponpes Sukorejo, Khairul Anwar, untuk wali santri yang mengantarkan kiriman makanan dan uang, cukup diantarkan ke Posko di kompleks Masjid Jami’ Ibrahimy. Selanjutnya, ada relawan yang akan mengantarkan ke asrama.
“Biasanya wali santri asal Situbondo dan beberapa Kabupaten tetangga datang sendiri mengantarkan kiriman atau dikoordinir, namun tetap tak bisa bertemu dengan santri,” ujarnya.
Anwar mengaku, di pesantren Sukorejo telah disiapkan ruang isolasi mandiri. Bagi santri yang pulang karena ada kepentingan harus rapid test di klinik pesantren terlebih dahulu saat kembali. Kalau hasilnya positif harus kembali lagi ke rumah.
“Kalau hasilnya reaktif harus isolasi selama tujuh hari. Alhamdulillah, sampai sekarang 15 ribu 95 santri Sukorejo tidak ada yang terpapar Covid. Kalau yang sakit ada tapi bukan Covid,” ujarnya.
Anwar menambahkan, pesantren Sukorejo memberlakukan standart protokol kesehatan sebagaimana anjuran pemerintah. Di sejumlah lokasi disiapkan tempat cuci tangan termasuk di depan setiap asrama santri. Proses belajar mengajar di sekolah juga menerapkan protokol kesehatan. Untuk guru atau dosen dari luar pesantren hanya diperbolehkan mengajar melalui Daring.
“Untuk makan santri telah disiapkan khusus yaitu harus membeli di koperasi atau warung yang ditunjuk pesantren dan dijamin sudah steril,” imbuhnya.
Lebih lanjut Khairul Anwar menambahkan, pengetatan protokol kesehatan Covid ini merupakan amanah. Sebab wali santri yang memondokan anaknya di Ponpes Sukorejo sudah menyerahkan sepenuhnya kepada Kiai. Oleh karena itu, Pesantren berikhtiar untuk melindungi santri dari wabah Coronavirus.
“Kami hanya menjalankan amanah dari wali santri. Penerapan protokol kesehatan ini merupakan bentuk ikhtiar,” sambungnya.









